Ketua DPRD Kota Serang Gereget Pemkot Lambat Sediakan APD

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi mengatakan bahwa pemerintah Kota Serang lambat dalam hal mencairkan anggaran penanganan Covid-19.

Hal itu dikatakan Budi saat ditemui usai melakukan Sidak, dan memberikan bantuan APD, masker serta hand sanitizer ke tiga Puskesmas, dan RSUD Kota Serang, Minggu (5/4/2020).

Budi mengungkapkan, padahal dalam rapat sebelumnya pada Kamis 2 April 2020 dengan DPRD Kota Serang, Gugus Tugas Covid-19 Kota Serang mengaku bahwa anggaran bisa dicairkan langsung apabila telah dilakukan penetapan status Kota Serang menghadapi penyebaran Covid-19.

“Rapat yang selama ini sering dilakukan, bisa dikatakan tidak ada hasil,” katanya.

Budi yang sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra itu mengaku, dirinya merasa gereget bukan tanpa alasan. Sebab, ketika disidak ke tiga Puskesmas dan RSUD Kota Serang. Tidak ada APD untuk tenaga medis di Puskesmas Kota Serang, Curug, Walantaka, dan RSUD Kota Serang yang diberi dari Pemkot Serang.

Budi menyayangkan, pembelanjaan untuk APD tenaga medis, menurut informasi terkendala lantaran inspektorat Kota Serang membuat format pelaporan yang sedikit rumit. Sehingga pencairan anggaran tersendat.

Dia memandang, apabila dalam pencairan ini saja sedikit dibuat repot. Apalagi harus menghadapi kemungkinan terbesar yakni karantina wilayah.

“Harusnya tidak melakukan rapat lagi dengan memanggil OPD terkait. Hanya tinggal berkoordinasi terkait teknis pelaporan agar tidak ada kejanggalan dan bermasalah. Sebab, ini sifatnya harus segera. Jadi dayung bersambut mekanismenya,” ungkap Budi. (Sofi Mahalali)

Sofi Mahalali

Next Post

Hasil Rapid Test di Banten: 201 Orang Reaktif Covid 19

Ming Apr 5 , 2020
Hingga Minggu (5/4/2020), hasil rapid test virus covid 19 di Banten menunjukan ada 201 orang yang dinyatakan reaktif. Sedangkan yang dinyatakan non reaktif sebanyak 3.984 orang. jumlah itu merupakan hasil rapid test sebanyak 4.197 alat yang disebar ke kabupaten dan kota di Banten. Sisa alat rapid test yang belum digunakan […]
virus corona