Ketua KPU Banten Minta Pemilih Pemula Tolak Politik Uang

Komisioner KPU Provinsi Banten, Masudi menghimbau, para pemilih pemula untuk menolak politik uang, karena disogok itu nikmatnya sebentar, sakitnya 5 tahun. Demikian dikatakan Masudi saat menjadi pemateri di acara Political Talking dengan tema “peran aktif pemilih pemula untuk menciptakan politik yang bersih” di Aula Kantor KPU Banten, Jumat (2/11/2018).

“Kalau disogok itu kan gampang, kita dikasih 200 ribu atau 300 ribu. Nikmatnya pada saat ini saja, tetapi penderitaan kita itu 5 tahun. Dia misalkan mengeluarkan uang sampai 1 milyar, tentunya dia sudah punya hitungan. Kalau misalkan dia mengeluarkan uang 1 atau 2 milyar, maka dia harus mendapatkan lebih dari itu. Kan nantinya kita yang rugi,” katanya.

Masudi membeberkan, politik uang ini dari setiap Pemilu ke Pemilu selalu ada. Jangankan Pemilu, pemilihan Kepala Desa saja politik uang itu selalu ada. Yaitu sogok, tidak hanya dikasih uang. Diberi baju satu stel saja itu sudah masuk politik uang. Kalau totalnya lebih dari 60 ribu.

Baca: Golkar Targetkan Peroleham Suara 70% Nasional dan Banten

Lebih jauh Masudi menjelaskan, mengenai black campain dan negatif campai itu berbeda. Karena black campain itu berkaitan dengan fitnah, artinya menyampaikan informasi yang tidak ada data dan faktaya. Tetapi kalau misalkan negatif camapin, itu berkaitan dengan track record salah satu paslon.

“Kalau negatif campain itu boleh. Karena, misalkan si A prestasinya jelek. Ya kalau faktanya seperti itu, tidak akan menjadi masalah,” ujarnya.

Ia berharap, bagi para pemilih pemula, apalagi yang hari ini sudah mendapatkan pendidikan politik, dapat menghindari politik uang, adu domba, dan ikut menyebarkan hal-hal yang kiranya dapat merugikan.

“Jadi kalau misalkan sudah punya pilihan, ada yang menjelekan salah satu calon, anda ikut-ikutan menjelekan. Jangan, tidak boleh, berbahaya itu. Namanya kampanye hitam,” himbaunya. (Sofi Mahalali)

Berita Terkait