Korban Tsunami Banten: 238 Orang Masih Belum Ditemukan dan 302 Meninggal Dunia

Hingga Selasa (25/12/2018), jumlah korban tsunami di Banten yang meninggal mencapai 302 orang dan 238 orang hilang dan masih dilakukan pencarian. Demikian data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten yang diterima MediaBanten.Com, Selasa pukul 14.00 WIB.

Data lainnya adalah jumlah korban tsunami yang luka-luka tercatat 718 orang dan warga yang mengungsi berjumlah 14.791 orang. Rumah dan bangunan yang rusak juga tercatat 586 unit, 69 unit mobil atau kendaraan roda empat, 38 unit sepeda motor atau roda dua dan 9 hotel.

Sementara itu, siaran pers Diskominfo Banten menyebutkan, proses penanganan dampak bencana tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang sudah berlangsung sejak Minggu pagi (24/12/2018) secara terpadu antara Pemerintah Provinsi Banten, Pemkab Pandeglang, Pemerintah Pusat dan TNI dan Polri.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana memastikan sudah berdiri Dapur Umum Lapangan di halaman Kantor Penyuluh KB Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur. Dapur umum mandiri masyarakat sedang dibangun di Desa Tamanjaya. “Tim dan peralatan dapur umum sedang diupayakan sampai hari ini di Desa Taman Jaya,” kata Nurhana.

Baca: Korps Marinir Temukan Dua Jenazah Korban Tsunami di Lampung

Sedangkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Hadi Soeryadi, memastikan alat-alat berat sudah berada dan bekerja membersihkan puing-puing di wilayah tersebut. “Alat-alat berat sudah bekerja sejak Minggu pagi,” ujar Hadi.

Hadi menjelaskan, selain membersihkan puing dan membuka akses ke lokasi bencana di Kecamatan Sumur, pihaknya sedang memperbaiki akses jalan menuju Sumur melalui Tanjung Lesung. Saat ini, pihaknya sedang memperbaiki jembatan yang terputus akibat gelombang tsunami. “Diperkirakan, Selasa sore ini jembatan itu bisa berfungsi,” kata Hadi.

Menurut Hadi, akses menuju Kecamatan Sumur relatif sulit dilalui setelah terjadi tsunami pada Sabtu malam. Ada 3 (tiga) akses jalan menuju Kecamatan Sumur. Pertama, akses jalan menuju Kecamatan Cibaliung dan Cimanggu terputus akibat tsunami. Saat ini ruas jalan Cimanggu-Sumur sedang dalam perbaikan. Akibatnya, tim penanganan bencana lambat untuk masuk ke wilayah Sumur.

Kedua, jalan melalui ruas jalan Tanjung Lesung-Sumur. Ruas jalan yang panjangnya 10 kilometer ini sulit ditempuh karena jalan masih dalam kondisi tanah. Ketiga, ruas jalan yang berputar ke jalan milik Pemkab Pandeglang. Ruas jalan ini tersendat akibat sebuah jembatan ambruk dan kini sedang diperbaiki. “Jika sore ini, perbaikan jalan bisa rampung, tim penanganan bencana bisa mengakses lebih mudah, termasuk mendistribusikan bantuan,” kata Hadi.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Pandeglang Oji Fahruroji menyatakan, bantuan logistik sudah sampai ke Kecamatan Sumur sejak Minggu (24/12/2018). Bahkan, logistik sudah sampai diDesa Ujung Jaya yang merupakan desa paling ujung di sebelah barat Pulau Jawa.

Tim Kesehatan Penanggulangan Bencana Tsunami Selat Sunda menastikan, bahwa Tim medis dan kesehatan lingkungan sudah banyak bertugas di Kecamatan Sumur. Bantuan dan lain-lain sudah mencapai Sumur dan sebagian sudah didistribusikan ke korban tsunami. (IN Rosyadi)

Berita Terkait