Korea Selatan Wujudkan Ambisi Terdepan Ponsel 5G

Korea Selatan (Korsel) mulai mewujudkan ambisinya untuk menjadi terdepan dalam ponsel 5G. Pekan lalu, Korsel menggelar jaringan telekomunikasi 5G yang bisa mengunduh film dam hitungan sedetik.

Langkah ini diikuti oleh Verizon di Amerika Serikat beberapa jam setelahnya. Operator ini menyediakan layanan 5G di Chicago dan Minneapolis. Sebelumnya, operator telekomunikasi AS lainnya, AT&T telah menyediakan jejaring berbasis 5G di untuk beberapa pengguna di 12 kota di AS, Desember lalu.

Ponsel milik Samsung ini didukung oleh tiga operator Korsel, SK Telecom, KT, dan LG UPlus. Ponsel ini dijual seharga 1,39 juta won (sekitar Rp17,3 juta; kurs 1 won=Rp12,42).

Untuk memamerkan kecepatan 5G ini, Samsung menyertakan demonstrasi robot, kecepatan streaming gim sport, hingga menayangkan streaming untuk kuliah jarak jauh. “Saya sering menyaksikan banyak video, film, dan pengajaran,” jelas salah seorang pembeli, Shim Ji-hye (38). “Saya harap kecepatan yang lebih tinggi bisa membantu mengatur waktu lebih baik.”

Baca: Banten Mulai Terapkan Aplikasi Administrasi Perkantoran dan Pengaduan Masyarakat

Pengguna lain mengatakan mereka sangat tertarik dengan kemampuan virtual reality. Dalam pameran itu kemampuan VR digunakan untuk gim dan berkencan secara virtual dengan selebritis, seperti disebutkan oleh salah satu operator telekomunikasi di negara itu.

Dengan 5G, peneliti Lee Sang-yoon menyebut membuat pengguna bisa menikmati konten VR, “seketika tanpa kelambatan […] dan bisa menikmati resolusi dan kecepatan yang lebih baik.”

Pada Jumat (5/4/2019) petang, 15 ribu pelanggan LG UPlus telah mendaftar layanan 5G, 10 ribu pelanggan mendaftar di KT, namun operator dengan pengguna terbesar SK Telecom belum memberi data. LG juga akan meluncurkan ponsel 5G miliknya akhir bulan ini lewat V50 ThinQ. Sementara di AS, Lenovo akan meluncurkan Moto Z3 yang ditambahkan dengan aksesoris khusus.

Peluncurkan layanan 5G komersil di Korsel ini akan menjadi dasar pengembangan teknologi selanjutnya, seperti kendaraan otonom dan Internet of Things.

Gesekan persaingan untuk menjadi pemimpin teknologi 5G sangat ketat. AS sempat memengaruhi sekutunya agar tidak menggunakan teknologi 5G dari China yang ditawarkan oleh Huawei. Alasannya, teknologi ini bisa digunakan untuk memata-matai pengguna.

China sendiri saat ini memang memegang paten 5G terbanyak dunia dengan 3.400 paten dimana sepertiganya (1.529 paten) adalah paten Huawei, menurut data IPlytics. Korsel ada di tempat kedua dengan 2.051 paten dan AS dengan 1.368 paten.

KT dan SK Telecom tidak menggunakan teknologi 5G Huawei. Namun, LG Uplus menggunakan perangkat Huawei, seperti diakui oleh perusahaan itu kepada AFP. (IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait