Latihan Polisi Militer Bekuk Prajurit Desersi Bawa Senapan FNC Dan Munisi

Personel Batalyon Polisi Militer 2 Marinir (Yon POM 2 Mar) menangkap prajurit desersi membawa senjata FNC dan amunisi. Diduga prajurit itu bergabung dengan pemberontak.

Penangkapan itu terjadi dalam Latihan Perorangan Dasar dan Latihan Perorangan Kesenjataan (LPD/LPK) TW II Tahun 2020. Latihan digelar di Kesatrian Marinir Soetedi Senaputra, Karang Pilang, Surabaya, Jum’at (05/06/2020).

Menurut Komandan Yon POM 2 Mar Letkol Laut (PM) Edwin Heryana, latihan penjemputan Yudha Kelana ini bertujuan agar seluruh prajurit Yon POM 2 Mar mengetahui bentuk tindak pidana desersi di medan perang yang dilakukan oleh anggota TNI.

Ini untuk mengetahui kendala yang dihadapi saat me jalankan proses penyidikan tindak pidana desersi.

Awalnya tersebar kabar kalau ada oknum prajurit yang desersi di medan perang lari dari induk pasukan dan memberontak. Karena oknum itu merasa tertekan selama melaksanakan operasi.

Setelah mendapat informasi tersebut dan sekaligus perintah dari komando atas, maka Danton POM langsung memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pencarian. Pencarian dengan cara menggelar razia di daerah yang dicurigai sebagai tempat persembunyian untuk menutup gerak dan mencari oknum prajurit tersebut.

Hasilnya, seorang pemuda dicurigai sedang melintas di daerah tersebut dan langsung diamankan, guna memperoleh keterangan dan pengembangan penyidikan.

Dari keterangan tersebut didapatkan informasi, oknum prajurit yang dicari berada di sebuah tempat persembunyian berikut senjatanya. Satu regu Yon POM 2 Mar langsung menyisir dan menyergap sasaran yang sudah dilakukan pengintaian sebelumnya.

Prajurit yang telah berkhianat itu berhasil ditangkap bersama barang bukti sepucuk senjata organik laras panjang jenis FNC beserta munisi, empat buah magazine dan sebuah granat tangan aktif.

“Simulasi tersebut untuk melatih kesiapan anggota terutama saat melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap desertir dan tahanan perang apabila sewaktu-waktu ditugaskan ke daerah konflik maupun misi perdamaian,” ujar Danyon POM 2 Mar. (yosafat RH/menbanpur 2 mar)

Berita Terkait