Lion Air Siapkan Pendampingan Psikologi di Posko, Basarnas Kerahkan 847 Personel

Foto: Istimewa

Lion Air menyiapkan dan melakukan pendampingan psikologi kepada keluarga korban (family assistant) di posko utama JT-610 Jakarta terkait dengan jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi (29/10/2018).

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers dari Humas Lion Air Group yang diterima MediaBanten.Com, Selasa (30/10/2018) menyebutkan, saat ini sudah ada 168 orang dari pihak keluarga korban di Jakarta. Mereka berasal dari Pangkalpinang, Bangka, Medan, Sumatera Utara, Padang, Yogyakarta, Madiun, Demak dan daerah lainnya.

Para keluarga korban itu ditempatkan di Hotel Ibis, Jakarta untuk memudahkan proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610. Hingga Senin sore, Basarnas mengkonfirmasi ada 24 kantong jenazah yang dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Saat ini, sebagian dari pihak keluarga penumpang dan kru sudah berada di RS POLRI untuk proses identifikasi (Disaster Victim Identification).

Lion Air juga berkrjasama dengan Posko Halim Perdanakusuma, RS POLRI, Karawang dan Tanjung Priok untuk penanganan korban tersebut. Terkait dengan kejadian dimaksud, Lion Air membuka crisis center dan untuk infomasi penumpang di nomor telepon (021)-80820002.

Baca: Kotak Hitam Pesawat Lion Air JT610 Belum Bisa Dievakuasi

Mengerahkan 847 Personel

Direktur Kesiapsiagaan dan Latihan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Didi Hamzar mengatakan sebanyak 847 orang dikerahkan dalam operasi pencarian pesawat Lion Air JT 610 yang hilang kontak dan jatuh ke laut. Personel yang dikerahkan berasal dari lintas lembaga/institusi.

“Alat utama unsur laut yang dilibatkan sebanyak 35 unit dan tiga unit unsur udara,” kata Didi dalam jumpa pers di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Selasa (30/10) seperti yang dilansir Kantor Berita Antara.

Personel yang dikerahkan berasal dari Basarnas (201 orang), TNI Angkatan Darat (40 orang), TNI Angkatan Laut (456 orang), TNI Angkatan Udara (empat orang) dan Polri (58 orang). Kemudian, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan (30 orang), Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (18 orang) dan Palang Merah Indonesia (30 orang).

Perincian alat utama unsur laut yang dikerahkan yaitu delapan unit dari Basarnas, 12 unit dari TNI Angkatan Laut, enam unit dari KPLP Kementerian Perhubungan, tujuh unit dari Polri, satu unit dari Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan dan satu unit kapal Dominos. “Pencarian juga didukung tiga unsur udara, yaitu helikopter HR-1519 dan HR-1301 dan pesawat CN-235,” katanya.

Sebelumnya, pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang dilaporkan hilang kontak pada Senin (29/10) pukul 06.33 WIB. Pesawat hilang kontak pada posisi koordinat 107,07 Bujur Timur dan 05,46 Lintang Selatan atau 34 mil laut dari Jakarta, 25 mil laut dari Tanjung Priok dan 11 mil laut dari Tanjung Karawang. (Siaran Pers Humas Lion Air Group / IN Rosyadi)

Berita Terkait