Mahasiswa UIN SMHB Antusias Soal Pembayaran QRIS

Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten antusias saat Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten perkenalkan sistem pembayaran non tunai berupa Quick Responds (QR) Code Indonesia Standard (QRIS), Jumat (6/12/2019).

Sistem tersebut, merupakan instrumen untuk melakukan pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking.

QRIS diharapkan dapat mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif serta memajukan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga ke daerah-daerah.

Lantaran, perkembangan pembayaran digital di Indonesia saat ini makin kencang, seiring makin banyaknya financial technology (fintech) yang beroperasi, seperti Survei Al- phaWise dan Morgan Stanley telah menyebutkan bahwa potensi dananya mencapai US$50 miliar pada 2027. Dan QR Code Indonesia Standar (QRIS) pun dirilis oleh Bank Indonesia (BI) demi terciptanya efesiensi dan keamanan, baik bagi konsumen maupun merchant.

Baca:

Manfaat QRIS

QRIS untuk membantu efesiensi bagi semua pihak. Misalnya bagi pengguna. Manfaatnya yaitu lebih fleksibel memilih alternatif sumber dana dan atau instrumen pembayaran. Manfaat untuk pedagang, yaitu akan lebih praktis karena hanya perlu satu QR Code pembayaran dengan standar QRIS untuk menerima pembayaran. Sedangkan manfaat bagi industri, bisa meningkatkan interkoneksi dan interoperabilitas sehingga mengurangi fragmentasi dan lebih efisien.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja mengatakan, QRIS merupakan instrumen untuk melakukan sistem pembayaran non tunai dengan lebih praktis. Hal itu pun kata Erwin sejalan dengan tujuan tunggal BI.

“Tujuan tunggal BI yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah,” katanya saat memberikan Kuliyah umum yang bertajuk ‘Kebanksentralan dan sistem pembiayaan di Indonesia’ kepada ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Banten, di Aula lantai II Sadjeli Hasan.

Selain itu juga pihaknya mendorong UMKM-UMKM yang ada di Banten untuk masuk dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang berkembang saat ini. Halnitu dilakukan agar potensinya masuk kedalam ekonomi digital.

“Disamping kita melakukan edukasi, mempersiapkan para UMKM untuk go digital, dan para petani juga kita dorong hasil buminya melalui transaksi e-commerce,” terang Erwin.

Rektor UIN SMH Banten Fauzul Iman, merespon baik dengan adanya sosialisasi atau upaya untuk memperkenalkan sistem pembayaran non tunai berupa QRIS.

“Ini adalah upaya perbaikan penataan perlindungan, dari konstelasi pembayaran yang selalu dilakukan secara tradisional, tetapi saat ini dilakukan secara digital, yang sudah menjadi tekhnologi canggih, dan itu harus kita respon dengan baik,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Dia menjelaskan, bahwa mahasiswa tidak boleh buta saat pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, QRIS harus bisa dicermati dengan baik.

Lewat sistem pembayaran QRIS kata Fauzul, tidak menuntut kemungkinan kantin-kantin yang ada di setiap kampus harus belajar dengan kemampuan digital yang ada. “Mari kita sambut dengan gembira,” tukasnya

Muhammad Nizar Alwan mahasiswa semester 5 Jurusan Perbankan Syariah antusias saat BI memperkenalkan QRIS ke Kampusnya. Ia mengaku dapat memahami tentang banyaknya manfaat ketika menggunakan sistem pembayaran non tunai berupa QRIS.

Senang, manfaatnya kita lebih terbuka dalam prihal sistem pembayaran, mempermudah dalam pembayaran,” tutupnya. (Menyenaw)

Next Post

Presiden: Pabrik Baru PT Chandra Asri Dapat Tekan Impor PE

Jum Des 6 , 2019
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) berharap, pabrik baru Polyethylene (PE) milik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk di Cilegon, Banten bisa mengurangi impor bahan baku PE. Sebab impor petrokimia selama ini dinilai cukup besar. “Investasi penanaman modal yang terus menerus di bidang ini harus terus kita berikan ruang yang nantinya yang […]
peresmian pabrik baru pt chandra asri