Meski Tumbuh, Bank Banten Masih Rugi Bersih Rp100 Miliar Tahun 2018

Bank Banten (PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk) masih mencatat kerugian Rp100 miliar selama tahun 2018, meski mengalami pertumbuhan pada aset, penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga. Demikian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Bank Banten tahun 2018 di Hotel Le Semar, Kota Serang, Senin (25/3/2019).

Pada RUPST 2018 ini disetujui perubahan susunan dewan komisaris dan direksi dengan susunan dewan komisaris Media Warman (Komisaris Independen), Titi Khoiriah (Komisaris Independen) dan dewan direksi terdiri dari Fahmi Bagus Mahesa (Direktur Utama), Kemal Idris (Direktur Operasional dan Kepatuhan) dan Jaja Jarkasih (Direktur).

Siaran pers yang diterima MediaBanten.Com menyebutkan, pertumbuhan aset meningkat dari Rp7,66 triliun tahun 2017 menjadi Rp9,48 triliun tahun 2018. Peningkatan juga terjadi pada penyaluran kredit dari Rp5,11 triliun tahun 2017 menjadi Rp5,51 triliun dan penghimpunan dana pihak ketiga dari Rp5,55 triliun tahun 2017 menjadi Rp6,66 triliun.

Baca: Menperin: Ekspor Alas Kaki Naik Jadi 5,11 Miliar USD Tahun 2018

Dalam rilis itu juga disebutkan, Bank Banten masih membukukan kerugian bersih Rp100 miliar tahun 2018. Namun tidak dijelaskan penyebab kerugian tersebut, apakah karena faktor pelambatan ekonomi global atau memang merupakan sisa kerugian ketika membeli Bank Pundi. Seperti diketahui, Bank Banten bisa berdiri setelah PT Banten Global Development (BGD) membeli Bank Pundi dengan kepemilihan saham mencapai 51 persen. Bank Pundi dirubah menjadi Bank Banten dan perusahaannya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Banten tbk.

Bank Banten menyiapkan strategi berupaya meningkatkan sistem tekonologi dan menciptakan inovasi demi memberikan kemudahan nasabah serta pengembangan internet banking dan pengembangan produk. Bank Banten berperan aktif dalam program Pemprov Banten penerimaan pembayaran e-Samsat, pembayaran pajak, pembayaran PKB tahunan melalui payment point online bank (PPOB) seperti fastpay, toko retail, dana dan tokopedia.

“Layanan yang saat ini telah berjalan dant erus dilakukan pengembangan adalah penerimaan pembayaran e-Samsat Nasional, SP2D Online, MPN G-2, SPAN dan perseroan telah ditunjuk oleh PT Taspen (Persero) dalam kerja sama pembayaran pensiun,” tertulis dalam rilis tersebut. (Adityawarman)

Berita Terkait