Ekonomi

Kata Babar, Berkomunikasi Adalah Strategi Pengendalian Inflasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan beberapa strategi dalam pengendalian inflasi, di antaranya berkomunikasi antar stakeholder dalam menyelaraskan kegiatannya untuk pengendalian inflasi.

Demikian Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Babar Suharso dalam rilis Biro Adpim Pemprov Banten yang diterima MediaBanten.Com, Minggu (6/11/2022).

“Jadi ini adalah strategi Provinsi Banten dalam mengendalikan inflasi dengan memperhatikan harga bahan pokok dan bahan penting yang bisa sewaktu-waktu mengalami kenaikan,” jelasnya.

Namun dalam rilis Biro Adpim Banten itu tidak disebutkan atau tidak disinggung soal langkah nyata untuk pengendalian inflasi daerah, apakah melalui operasi pasar terbuka yang masif dan berkesinambungan, menaikan tarif pajak daerah, menghemat pengeluaran pemerintah daerah dan sebagainya.

Menurut Babar Suharso, rapat sinkronisasi yang melibatkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten ini diharapkan mampu memperkuat kerjasama antar daerah dan instansi vertikal dalam pengendalian inflasi.

“Tidak hanya berupa kebijakan, Pemprov Banten juga terus berupaya agar usaha-usaha kecil dan menengah ini bisa mengakses kebutuhannya,” ujarnya.

“Melalui kegiatan seperti bazar pasar murah, operasi pasar hingga pembagian beras perlindungan sosial ini pada dasarnya juga merupakan upaya pengendalian inflasi di Banten,” lanjutnya.

Menurut Babar dalam upaya pengendalian inflasi Pemerintahan Provinsi Banten juga terus meningkatkan kinerja Tim Pengendali Inflasi yang tersebar di berbagai daerah sebagai salah satu cara efektif dalam mengendalikan inflasi di Provinsi Banten.

Katanya, Pemprov Banten mampu melalui kelangkaan minyak goreng, Tim Pengendali Inflasi melalui dinas pertanian dan dinas ketahanan pangan menanam dan memanen cabai dan jagung.

Pemprov Banten sudah sejak lama memiliki upaya pembangunan pertanian yang terintegrasi dengan mekanisme kemitraan antar lembaga layak diterapkan melalui pendekatan hulu hilir dan industri.

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam peningkatan pembangunan pertanian di antaranya ialah ketepatan memilih varietas, setidaknya varietas yang diterima oleh pabrik pakan, serta dengan adanya penerapan teknologi dengan salah satunya adalah teknologi sprinkle atau tetes.

Diharapkan, budidaya jagung ini bisa diterapkan di kawasan hutan Perum Perhutani yang dikerjakan oleh petani masyarakat Desa hutan binaan Perum Perhutani,” katanya. (Rilis / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button