Masjid Mudah Ditemukan di Kota Perth, Australia Barat

Foto: republika.co.id

Perth adalah Ibu Kota negara bagian Australia Barat. Ini juga merupakan kota terbesar dan terpadat keempat. Wilayah itu mengalami peningkatan populasi yang substansial sebagai akibat dari `demam’ emas Australia Barat pada akhir abad ke-19.

Perth menjadi tempat bernaung masyarakat dari beragam agama. Pemeluk Islam di sana semakin tumbuh dari tahun ke tahun. Fasilitas ibadah: masjid mudah ditemukan di sana. Wisatawan Muslim dapat de ngan mudah mendirikan shalat sehari- hari sambil menikmati keindahan kota tersebut.

Restoran dan makanan halal pun mudah ditemukan, seperti Hamza Kebab, Chirn Park Malaysian, dan Nando’s Harbour Town. Cukup melangkahkan kaki atau menum pangi kendaraan bermotor beberapa menit, mereka sudah sampai di tempat makanan halal. Di sana umat Islam menikmati aneka hidangan penggugah selera sambil bersyukur kepada Allah.

Baca: Ulama dan MUI Se-Banten: Bendera Yang Dibakar di Garut Itu Bendera HTI

Komunitas Muslim Perth cukup aktif mengadakan kegiatan. Selain shalat jumat yang rutin diselenggarakan, mereka juga senang mengadakan perkumpulan dakwah atau semacam majelis taklim. Anak-anak mereka kerap belajar agama Islam bersama. Umat Islam di sana menjadikan masjid sebagai sentra kegiatan. Tempat sujud itu selalu ramai dengan beragam aktivitas.

Tak hanya di masjid, rutinitas ibadah juga terlihat di mushala yang tersebar di berbagai tempat. Ketika azan ber kumandang, Muslim di sekitarnya meramaikan mushala untuk shalat berjamaah. Hal itu terlihat jelas di Perth City Musalla.

Di Kota Perth terdapat tiga masjid utama, yaitu;

Masjid Perth

Tempat sujud ini adalah simbol budaya dengan nilai khas sebagai bukti upaya imigran Muslim awal. Masjid Perth terletak di 427-429 William Street, North Bridge.

Konstruksinya dibuat sejak 1904-05. Bangunan itu dibuat sebagai respons terhadap kebutuhan shalat berukuran lebih besar, sehingga dapat menampung lebih banyak Muslim sekaligus dimanfaatkan untuk perkumpulan.

Bagian awal masjid dibangun oleh komunitas Afghanistan bekerja sama dengan Muslim dari berbagai negara. Kon- struksi arsitektur masjid mengidentifikasi estetika lokal, dengan unsur-unsur yang dipinjam dari struktur serupa di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Hal itu terlihat pada lengkungan tradisional pada beberapa bagian masjid.

Bangunan tertua di masjid terdiri dari sebuah bentuk persegi panjang dari dua tingkat ruang shalat. Dimensi interior keseluruhan bereukuran 5 x 8,5 meter.

Ruang basement berukuran 50 sentimeter lebih rendah dari tingkat jalanan saat ini, dan didirikan sebagai ruang shalat untuk wanita, sementara tingkat pertama adalah ruang shalat pertama untuk pria, berukuran 1,2 meter di atas permukaan jalan.

Masjid Canning

Bangunan yang terletak di Queens Park ini juga dikenal dengan sebutan Masjid Suleymaniye Turki dari Canning. Masjid ini tepat berada di 239 Welshpool Road, Queens Park WA 6107, Australia.

Keberadaannya melayani komunitas Muslim di lingkungan sekitar. Masjid ini menyelenggarakan sha- lat lima waktu serta shalat Jumat. Bangunan dilengkapi dengan ruang shalat dan wudhu untuk pria dan wanita. Masjid ini juga memiliki kelas-kelas pendidikan Islam untuk anak-anak. Uniknya masjid ini juga menyediakan arena bermain anak di luar masjid. Sehingga, anak-anak dapat betah berlama-lama di masjid.

Masjid Ibrahim

Masjid ini terletak di 1526 Leslie St Southern River, WA, Aus- tralia. Masjid Ibrahim terletak di Sungai Selatan, pinggiran Kota Perth. Tidak hanya menawarkan fasili- tas shalat dan wudhu untuk pria dan wanita, tetapi juga menyelengga rak an berbagai kelas agama dan pendidikan, dari tajwid, fikih, hadis, dan sejarah Islam.

Masjid Ibrahim sering dikunjungi oleh Muslim yang tinggal di daerah tersebut. Bangunan itu menjadi tempat yang ideal untuk dikunjungi bagi mereka yang ingin belajar lebih banyak tentang Islam. Sekilas terlihat kon- struksinya tergolong baru karena diresmikan pada 2014 oleh Menteri Kepen- dudukan dan Multikultural Mike Nahan.

Juru Bicara Asosiasi Islam Distrik Selatan Imam Burhaan Mehtar mengatakan, selama lima tahun terakhir komunitas Muslim telah bekerja dengan City of Gosnells untuk mendirikan sebuah masjid di daerah tersebut. Tujuan dari pusat ini adalah untuk memban- gun jembatan dengan komunitas yang lebih luas, katanya. (Dikutip utu dari republika.co.id / IN Rosyadi)

Berita Terkait