Ekonomi

Mengenal Beras Kewal, Makanan Sultan dan Bangsawan Banten

Beras Kewal ada varietas padi asli Banten. Dulu ditanam khusus untuk makanan Sultan dan keluarganya serta para bangsawan.

Padi Kewal adalah padi huma dengan masa tanam 7 bulan. Akibat masa tanam yang lama itu, petani enggan menanam padi Kewal. Kini luas tanam padi Kewal di Banten kurang dari 2%.

Pemerintah Kabupaten Serang mencoba pemurnian Padi Kewal. Sayang terhenti di tengah jalan.

BPPT dan BATAN mencoba memendekan masa tanam Padi Kewal. Lahirlah Mustaban. Sayang rasanya berubah, sehingga tidak dapat mendongkrak luas tanam padi Kewal.

Tahun 2021, penggiat tani Yuliani, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Banten melakukan percobaan Padi Kewal di lahan 1 hektar lebih.

Padi Kewal ditanam di sawah yang sudah direvitalisasi lahannya. Lalu menggunakan pupuk buatan sendiri. Bibit padi Kewal sendiri didapat dari suku Baduy. Bibit berusia 70 tahunan.

Hasilnya, padi Kewal sudah dapat di panen dalam 4 bulan. Hasil se-hektar mencapai 6 ton. Dan yang paling penting, beras Kewal yang dihasilkan zero residu. Artinya tidak mengandung bahan-bahan berbahaya bagi manusia.

Umumnya petani menggunakan pupuk dan pola tanam organik untuk mendapatkan beras mendekati zero residu. Jadi belum benar-benar zero residu.

Berbeda dengan Yuliani yang masih menggunakan pupuk urea dalam pupuk ramuannya. Tapi beras yang dihasilkannya benar-benar zero residu. Jadi benar-benar beras sehat. Makanan sehat.

Bulan Juli ini, Yuliani sedang menempuh proses Pemuliaan Beras Kewal untuk mendapat varietas asli Kewal yang tercatat di negara. Sehingga bibit padi Kewal bisa didistribusikan secara resmi. Sehingga menanam padi Kewal secara masal tidak melanggar aturan.

Yuk kita doakan, agar pemuliaan padi Kewal yang dilakukan Yuliani berhasil. Sehingga Banten benar-benar memiliki varietas padi asli Banten. (Ucu Nur Arif Jauhar / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button