News

Menjijikan, Faktanya Lendir Tubuh Bermanfaat Bagi Kesehatan

Banyak orang beranggapan lendir tubuh sebagai hal yang menjijikan karena warna dan tekstur yang lengket. Sesungguhnya keberadaan lendir ini justru menjaga kesehatan tubuh.

Lendir atau mucus adalah zat pelindung yang dikeluarkan dari berbagai area tubuh, seperti mulut, sinus, tenggorokan, paru-paru, lambung, dan usus.

Lendir sendiri terdiri dari beberapa komponen pembentuk, tetapi komponen utamanya adalah zat yang disebut musin (mucin).

Musin adalah sejenis protein yang diproduksi oleh jaringan permukaan sel. Musin dalam lendir bekerja sebagai penghalang partikel asing dari luar tubuh, pelumas, dan lainnya.

Ketika jumlah dan strukturnya normal, lendir akan melindungi permukaan tubuh dari banyak mikroba yang berasal dari luar tubuh.

Ketika tubuh terinfeksi suatu penyakit, produksi mucus bisa meningkat dan struktur komponen penyusunnya bisa berubah.

Selain tersusun atas air dan musin, mucus juga mengandung zat protein lain dan gula. Sel-sel pembentuk lendir juga menghasilkan cairan yang mendukung fungsi kekebalan tubuh.

Dikutip dari web hellosehat.com, berikut ini sejumlah fungsi lendir yang dibedakan dari organ penghasilnya.

1. Saluran Pernapasan

Lendir berperan penting dalam melindungi saluran pernapasan, termasuk paru-paru, sinus, dan tenggorokan dari serangan infeksi bakteri dan virus.

Paru-paru bisa menghasilkan sekitar 100 mililiter (ml) mucus per hari. Mucus ini sendiri terbuat dari musin dan air.

Musin yang bercampur dengan air akan membentuk jel yang lengket. Jel ini berfungsi untuk menjebak bakteri, virus, kotoran, dan debu dari luar.

2. Usus

Lendir usus berfungsi sebagai pelindung bagi sistem pencernaan Anda. Pasalnya, banyak zat asing masuk ke dalam usus setiap hari, termasuk racun dan molekul berbahaya lainnya.

Mucus dapat menjebak zat dan partikel berbahaya untuk dikeluarkan dari usus. Mucus di usus juga membantu feses melewati usus dengan mudah.

Selain itu, mucus menyediakan rumah dan makanan untuk mikrobiota usus. Mikrobiota adalah kumpulan bakteri baik yang hidup di dalam sistem pencernaan Anda.

3. Serviks

Lendir serviks diproduksi oleh leher rahim Anda ketika hormon estrogen meningkat. Mucus serviks bisa terlihat lengket, kental, pucat, encer, atau licin.

Fungsi lendir ini adalah membantu sperma bergerak melalui leher rahim, sehingga dapat membuahi sel telur saat ovulasi.

Kemudian mucus mencegah sperma atau zat lain masuk ke leher rahim. Pada masa subur, mucus ini mungkin akan tampak licin dan berair.

4. Mulut

Sama seperti mucus di organ tubuh lainnya, lendir mulut diproduksi oleh membran mukosa, yakni jaringan lunak yang melapisi saluran dan organ tubuh.

Mucus di mulut dikenal sebagai ludah atau saliva. Fungsi ludah sendiri membantu Anda mengunyah, mengecap, dan menelan makanan.

Selain itu, ludah membantu melawan kuman di mulut Anda dan mencegah bau mulut.

Warna Lendir

Lendir yang dikeluarkan dinamakan sputum, ini berbeda dengan dahak atau ingus (phlegm). Berdasarkan penjelasan MedlinePlus, sputum mengandung sel-sel dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan bakteri, jamur, atau zat asing lainnya di paru-paru atau saluran udara.

Kekentalan sputum akan membantu menjebak bahan asing yang masuk melalui saluran pernapasan. Hal ini memungkinkan silia (rambut kecil) di saluran udara untuk mendorongnya keluar melalui mulut.

Warna pada lendir juga menentukan kondisi kesehatan, seperti warna pada ingus. Berikut ini adalah beberapa perbedaan warna pada sputum terkait kondisi kesehatan Anda.

1. Sputum Bening

Sputum yang jernih biasanya normal, tetapi sputum jernih dalam jumlah besar bisa menandakan gejala penyakit paru-paru tertentu.

2. Sputum Keruh

Lendir putih pekat menunjukkan bahwa terdapat jaringan yang meradang dan bengkak akibat infeksi atau alergi.

Hal tersebut menyebabkan lendir bergerak lebih lambat, kehilangan kelembaban, menebal, dan menjadi keruh.

3. Sputum Kuning atau Hijau

Kondisi ini sering menandakan adanya infeksi bakteri, seperti pneumonia. Sputum hijau kekuningan juga umum muncul pada orang dengan cystic fibrosis atau fibrosis kistik.

Fibrosis kistik adalah penyakit keturunan yang menyebabkan mucus menumpuk di paru-paru dan organ lainnya.

4. Sputum cokelat

Kondisi ini sering muncul pada perokok. Sputum cokelat juga merupakan tanda umum penyakit paru-paru hitam atau pneumokoniosis.

Penyakit paru-paru hitam adalah kondisi serius yang dapat terjadi jika terpapar debu batu bara dalam waktu lama. Ini sering ditemui pada pekerja tambang batu bara.

5. Sputum Merah Muda

Sputum merah muda berbusa mungkin berasal dari edema paru, suatu kondisi di mana sejumlah kecil darah bocor dari pembuluh kapiler ke alveoli paru-paru. Namun, sputum berwarna merah muda atau bercampur darah umumnya gejala dari tuberkulosis.

6. Sputum Merah

Sputum berdarah dapat terjadi karena emboli paru, suatu kondisi di mana bekuan darah di kaki atau bagian tubuh lain pecah dan berjalan ke paru-paru.

Keluarnya sputum berdarah meski hanya dalam jumlah sedikit harus diperiksakan sesegera mungkin.

Selain emboli paru, batuk berdarah (hemoptisis) bisa menjadi tanda gangguan pernapasan lain yang serius.

Lendir memiliki fungsi penting pada sistem imun tubuh, seperti mencegah infeksi dan mengeluarkan mikroba asing.

Namun, beberapa masalah kesehatan dapat menyebabkan penumpukan lendir atau membuat tubuh memproduksinya secara berlebihan. Akibat kelebihan lendir itu menyebabkan terganggu kesehatan. (HelloSehat / INR)

Editor: Iman NR

Iman NR

Back to top button