MGI Hadirkan Menu Ayam Penyet Pedas Multi Level di Malingping

Foto: Sofi Mahalali

Cafe MGI hadir di Alun-alun Malingping, Kabupaten Lebak untuk menyajikan berbagai jenis olahan daging ayam. Andalan dari cafeteria ini adalah ayam penyet pedas yang tingkat kepedasannya bisa dipilih oleh pembelinya. Lokasi cafe ini di Jalan Raya Saketi-Malingping, tepatnya di Kampung Pasir Haur, Desa Malingping Selatan.

Cafe MGI yang berlantai dua ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Tempatnya memang memiliki lapangan parkir yagn cukup luas, tidak perlu khawatir bagi pembeli yang membawa kendaraan roda empat. Ruangan tempat makannya dirasakan cukup luas dan nyaman. Di lantai dasar ada pula sejumlah meja panjang dan kursi-kursi yang terbuat dari kayu, sehingga mampu menampung rombongan keluarga. Untuk dilantai dua disediakan tempat lesehan, musolah serta ruang rapat khusus. Tempat ini juga menyediakan free Wifi, Karaoke terbuka dan fasilitas lainnya.

Adalah Taufik Hidayat, lelaki berusia 34 tahun ini merupakan pemilik MGI. Dia merintis usaha ini sejak akhir tahun 2016, diawali menjajakan ayam penyet dengan dengan gerobak. Ini berlangsung selama 8 bulan. Keuletan dalam menekuni usaha ini mulai membuahkan hasil. Daganganya memiliki pelanggan yang setia. Pelanggan jenis ini semakin banyak yang pada akhirnya melahirkan keputusan untuk tempat berjualan yang menetap berbentuk semi cafe.

Baca: Nutrisi Ikan Kembung Ternyata Lebih Tinggi Dari Ikan Salmon

Ayam Penyet Pedas Multi Level Merupakan Andalan Cafe MGI Berjualan (Sofi Mahalali)

“Setelah itu diputuskanlah untuk membuat rumah makan yang semi cafe dengan harapan para pelanggan bisa lebih nyaman dalam menikmati menu-menu yang tersedia di ayam penyet MGI. Intinya ayam penyet MGI hadir untuk memanjakan lidah para pecinta daging ayam,” katanya.

Namun Taufik merasakan perbedaan yang cukup mendasar ketika berjualan yang menetap di satu lokasi. Ketika menggunakan gerobak, Taufik yang aktif mendatangi para pelanggan ke rumah-rumah atau ke lokasi tertentu. Maka ketika bangunan cafe ayam penyet itu berdiri, Taufik mengambil langkah cukup strategis, yaitu melakukan promosi ayam penyet dengan cara mensponsori acara, memosting di media sosial, memasang spanduk, menyebarkan pamflet hingga mengenalkan usahanya dari warung ke warung secara lisan. Maka nama Cafetaria MGI pun mulai dikenal.

Cafe MGI ini khusus menghadirkan menu daging ayam. Nama menunya bermacam-macam, tidak hanya ayam penyet yang disajikan. Ada ayam penyet leumeung, ayam sambal ijo, ayam rica-rica dan sebagainya. Sedangkan aneka minuman pun disediakan, termasuk menghadirkan kopi Arabica.

MGI memang mengandalkan menu Ayam Penyet sebagai dagangannya. Satu porsi ayam penyet terdapat satu potong ayam penyet goreng, nasi, lalapan dan sambal khas pedas yang menjadi andalam MGI. Ayam Penyet dibuat renyah (crispy) dan rasa bumbu yang menonjol agar memanjakan lidah pelanggan.

Taufik, pemilik usaha MGI menilai, Malingping memiliki banyak potensi kuliner yang layak dipromosikan. Ia berharap melalui kuliner, seperti ayam penyet bisa dikenal di Lebak Selatan. ”Masakan Indonesia itu luar biasa potensinya. Banyak orang suka masakan Indonesia. Kalau dikemas dengan baik, masakan Indonesia pun bisa mendunia, dan saya ingin ayam penyet MGI ini dapat dikenal di maysarakat, di seluruh pelosok Lebak Selatan” tutur Taufik. (Sofi Mahalali)

Berita Terkait