Militer Sudan Ingin Syariat Islam dan Hukum Lokal Diterapkan

Militer Sudan tengah berpatroli di tengah gejolak politik berupa gerakan demo yang masif di negara ini. Foto: AFP

Militer Sudan menginginkan hukum syariah Islam dan norma-norma lokal menjadi landasan hukum di negera ini, setelah menyetujui struktur pemerintahan sementara yang diajukan kelompok pemrotes.

Kelompok pemrotes ini menggelar demo berbulan-bulan yang masif menyebabkan Presiden Omar el Bashir terguling. Militer dan kelompok pemrotes membentuk Dewan Sipil dan Militer (TMC) sebagai transisi kekuasaan di negara itu.

“Pandangan kami adalah syariah Islam, norma-norma, serta tradisi setempat di Republik Sudan harus menjadi sumber legislasi,” kata juru bicara TMC Letnan Jenderal Shams El Din Kabbashi, Selasa (7/5) seperti yang dilansir Reuteur.

Dia juga mengatakan TMC percaya kekuatan untuk menyatakan keadaan darurat di negara itu harus segera dialihkan pada otoritas yang berdaulat, bukan kabinet seperti yang disarankan oposisi. Periode transisi harus berlangsung dua tahun, bukan empat tahun seperti usulan oposisi.

Baca: Pria Ekstrimis Kanan Serang Muslimah di Jerman

“Diskusi dengan oposisi sedang berlangsung, tetapi melakukan pemilihan awal dalam waktu enam bulan akan menjadi pilihan, jika tidak mencapai kesepakatan,” ujar Kabbashi.

Anggota dewan lainnya mengatakan lebih dari empat anggota TMC telah mengundurkan diri. TMC sedang membongkar sebuah kelompok milisi tidak resmi, atau dikenal sebagai Keamanan Populer yang dioperasikan oleh partai Bashir.

Aliansi aktivis dan kelompok oposisi The Declaration of Freedom and Change Forces, mengirimkan rancangan dokumen konstitusional pada Dewan Militer pada Kamis lalu. Mereka menguraikan visinya untuk periode transisi.

Sudan atau Republic of Sudan adalah negara yang terletak di timur laut benua Afrika. Sebelum referendum yang memisahkan Sudan menjadi dua bagian, Sudan merupakan negara terluas di Afrika dan di daerah Arab, serta terluas kesepuluh di dunia. Negara ini berbatasan dengan Mesir di utara, Laut Merah di timur laut, Kongo dan Afrika Tengah di barat daya, Chad di barat, dan Libya di barat laut. Sungai Nil yang merupakan sungai terpanjang di dunia.

Sudan terletak di Afrika Utara, dengan garis pantai sepanjang 853 km (530 mil) yang meghadap Laut Merah. Negara ini memiliki perbatasan darat dengan Mesir, Eritrea, Etiopia, Sudan Selatan, Republik Afrika Tengah, Chad, dan Libya. Dengan luas 1.886.068 km2 (728.215 sq mi), ia merupakan negara terbesar ketiga di benua Afrika (setelah Aljazair dan Republik Demokratik Kongo) dan terbesar keenam belas di dunia. (IN Rosyadi)