Pria Ekstrimis Kanan Serang Muslimah di Jerman

Seorang pria yang disebut sebagai ekstrimis sayap kanan meneriakan kata rasis dan berupaya menyerang seorang muslimah di Stasion Metro Berlin, Jerman, Senin (15/4/2019). Peristiwa ini menandai semakin meningkatkan tindakan rasial atau diskriminasi terhadap muslim di Benua Eropa.

Seperti yag dilaporkan Anadolu Agency, Selasa (16/4/2019), muslimah yang menjadi target pria tersebut melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian setempat. Muslimah itu berumur 33 tahun yang menyebutkan, lelaki itu berteriak dengan menggunakian kata-kata rasis.

Lelaki itu berupaya melakukan penyerangan di Stasiun Metro Greifwalder Berlin terhadap muslimah itu. Akibat upaya tersebut, muslimah itu mengalami luka.

“Tersangka ekstrimis sayap kanan menunjukkan penghormatan Nazi sebelum melarikan diri dari tempat kejadian perkara,” kata juru bicara kepolisian setempat, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (16/4).

Baca: Brunei Terapkan Hukum Rajam Hingga Tewas Bagi Pelaku LGBT

Sementara itu, korban kemudian menerima perawatan medis akibat luka-luka yang dideritanya.

Kasus ini menambah panjang daftar serangan kelompok ekstremis dan xenofobia di ibu kota Jerman dalam beberapa bulan terakhir. Serangan itu secara tipikal menargetk orang-orang yang berpenampilan non-kulit putih atau asing bagi warga Jerman umumnya. Bahkan, para pelaku tak segan-segan mengganggu perempuan Muslim ah terutama yang mengenakan jilbab atau orang Yahudi yang mengenakan kopiah khas.

Aksi kekerasan oleh kelompok ekstrimis sayap kanan meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Jerman. Hal itu dipicu gerakan propaganda kelompok neo-Nazi dan partai AfD.

Menurut sebuah kelompok pusat konseling bagi para korban kekerasan, VBRG, setiap hari setidaknya tiga orang menjadi korban aksi kekerasan ekstremis sayap kanan di Jerman. (IN Rosyadi)

Berita Terkait