Kesehatan

PHRI dan Pemkab Pandeglang Teken Kerjasama Eliminasi Malaria

Pemkab Pandeglang dan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) menandaangani kerjasama eliminasi malaria di Tanjung Lesung Resort, Kabupaten Pandeglang, Minggu (19/9/2021).

Penandantanganan itu dilakukan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Raden Dewi Setiani dengan Widiasmanto, Ketua PHRI Pandeglang, disaksikan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, Pemkab tidak hanya fokus pada penanganan Covid 19, tetapi juga menangani penyakit malaria. “Karena penyakit malaria merupakan penyakit yang berbahaya, tidak bisa dibiarkan,” katanya.

Irna mengatakan, sebagai daerah wisata, Pandeglang harus bebas penyakit malaria. Diharapkan, kerjasama ini menguatkan upaya pemberantasan penyakit malaria. “Ada multi penguatan dalam meminimalisir warga terjangkit malaria,” ujarnya.

“Eliminasi malaria dalam penguatan peran pariwisata mampu meyakinkan wisatawan bahwa Kabupaten Pandeglang aman terbebas dari penyakit malaria, dengan begitu ekonomi akan tumbuh, kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat,“ katanya.

Baca Juga:   Gubernur Banten Kembali Perpanjang PPKM Mikro Hingga 17 Mei 2021

Ketua PHRI Kabupaten Pandeglang Widiasmanto mengatakan, PHRI telah mengimbau dan menyosialisasikan bahaya malaria. “Setiap kamar hotel, disediakan lotion anti nyamuk. Ini sebagai bentuk kepedulian kami agar pengunjung terbebas dari malaria,” kata nya.

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria akan mengeluhkan gejala demam dan menggigil.

Walaupun mudah menular melalui gigitan nyamuk, malaria bisa sembuh secara total bila ditangani dengan tepat. Namun jika tidak ditangani, penyakit ini bisa berakibat fatal dari menyebabkan anemia berat, gagal ginjal, hingga kematian.

Di Indonesia, jumlah penderita malaria cenderung menurun dari tahun ke tahun. Namun, beberapa provinsi di Indonesia masih banyak yang menderita malaria, terutama di wilayah timur Indonesia, yaitu Papua dan Papua Barat. Sementara itu, provinsi DKI Jakarta dan Bali sudah masuk ke dalam kategori provinsi bebas malaria.

Baca Juga:   Dimulai Uji Coba Vaksin Covid-19 Asal China di Bandung

Gejala malaria timbul setidaknya 10-15 hari setelah digigit nyamuk. Munculnya gejala melalui tiga tahap selama 6-12 jam, yaitu menggigil, demam dan sakit kepala, lalu mengeluarkan banyak keringat dan lemas sebelum suhu tubuh kembali normal. Tahapan gejala malaria dapat timbul mengikuti siklus tertentu, yaitu 3 hari sekali (tertiana) atau 4 hari sekali (kuartana).

Manusia dapat terkena malaria setelah digigit nyamuk yang terdapat parasit malaria di dalam tubuh nyamuk. Gigitan nyamuk tersebut menyebabkan parasit masuk ke dalam tubuh manusia. Parasit ini akan menetap di organ hati sebelum siap menyerang sel darah merah.

Parasit malaria ini bernama Plasmodium. Jenis Plasmodium bermacam-macam, dan akan berpengaruh terhadap gejala yang ditimbulkan serta pengobatannya. (Reporter: MH Fathurrohman / Editor: IN Rosyadi)

SELENGKAPNYA
Back to top button