Polda Banten Imbau Warga Hindari Judi Bola Seiring Pertandingan Piala Dunia
Kepolisian Daerah (Polda) Banten terus menggencarkan edukasi dan meminta masyarakat agar menghindari dari bahaya praktik judi online, khususnya judi bola yang kerap meningkat seiring berlangsungnya berbagai pertandingan sepak bola berskala internasional.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, di Serang, Sabtu, menegaskan bahwa judi bola bukanlah jalan pintas untuk mendapatkan keuntungan, melainkan tindakan yang membawa dampak buruk bagi pelakunya.
Ia menekankan agar masyarakat tetap menjaga sportivitas dalam memberikan dukungan kepada tim sepak bola kesayangannya.
“Jangan jadikan ajang pertandingan sepak bola sebagai alasan untuk berjudi. Dukung tim sepak bola favorit dengan semangat sportivitas, bukan dengan taruhan uang. Judi hanya akan membawa kerugian dan berpotensi merusak masa depan,” ujar Maruli.
Maruli memaparkan praktik perjudian bola memiliki konsekuensi negatif yang luas. Selain risiko kerugian finansial yang signifikan, ketergantungan pada judi dapat merusak hubungan interpersonal dengan keluarga maupun lingkungan sosial.
Tidak hanya itu, pelaku judi berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, hingga depresi.
“Praktik judi bola dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari kerugian finansial, rusak nya hubungan dengan keluarga, hingga gangguan kesehatan mental,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, praktik judi juga dapat menghambat masa depan serta berpotensi menjerat pelakunya ke proses hukum.
Menanggapi fenomena maraknya judi online, Maruli secara khusus mengimbau generasi muda agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan instan yang ditawarkan oleh situs-situs perjudian yang memanfaatkan momentum pertandingan sepak bola dunia.
Dia mengajak masyarakat untuk beralih ke kegiatan yang lebih produktif dan positif dalam mengekspresikan kecintaan pada olahraga sepak bola.
“Mari bersama-sama katakan tidak pada judi bola. Isi waktu dengan kegiatan yang positif, dukung tim sepak bola kesayangan secara sehat, dan jadikan olahraga sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan sebagai ajang perjudian,” paparnya. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)



