Positif Corona Versi Banten 23 Orang, Versi BNPB 43 Orang

Terjadi perbedaan angka pasien positif terjangkit Corona antara Pemprov Banten dengan gugus tugas pemerintah pusat. Data per hari ini, Sabtu (21/3/2020), Banten menyebut angka 23 orang dan pemerintah pusat sebanyak 43 orang positif Corona.

Dilihat dari website resmi BNPB, tercatat jumlah pasien positif di Banten sebanyak 43 orang. Sementara website info corona Banten, tercatat hanya 23 pasien positif.

Soal itu, Kadinkes Banten Ati Pramudji Astuti menjelaskan bahwa data yang tercatat di https://infocorona.bantenprov.go.id/, berdasarkan domisili pasien.

“Kami menggunakan data domisili bukan berdasarkan dia positifnya di daerah Banten. Kami pakai akses domisili, karena awal (pemerinah) pusat berdasarkan domisili,” kata Ati saat dihubungi melalui sambungan telepon di Serang, Banten, Sabtu (21/3/2020).

Pada Jumat (20/3) kemarin, rumah sakit di Banten sendiri menangani 4 pasien yang positif. Namun karena bukan warga Banten, data tersebut tidak disampaikan. Karena menurutnya, pelacakan dan penanganan pasien Corona oleh dinas kesehatan menggunakan akses domisili.

“Kan tujuan data surveillance memastikan rantai penularan, jadi harus tracing (melacak) kontak, benar warga Banten, siapa yang kontak erat dengan warga Banten. Kalau bukan warga Banten tracing kita tidak mungkin di Jakarta,” ujarnya.

Kedua, ketika gugus tugas di pusat mengumumkan bahwa hari ini ada 43 warga Banten positif, Dinkes sama sekali belum menerima hasil labolatoriumnya. Jadi, dinas tidak bisa menyampaikan informasi ke publik karena belum memiliki data sebaran.

“Kalau sama, kami enggak usah membuat datanya, lihat aja dari pusat, kalau cuma ngeganti 43-nya, sedangkan kita butuh sebaran,’ ujarnya. (Rivai Rivai)

Next Post

Polres Serang Pasang Maklumat Kapolri Soal Pencegahan Virus Corona

Ming Mar 22 , 2020
Pencegahan penyebaran Virus Corona, Satusn Binmas Polres Serang melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayah hukum Polres Serang, Minggu (22/3/2020). Sosialisasi pandemi Covid-19 dilakukan dengan cara pemasangan maklumat Kapolri di beberapa tempat. “Pemasangan maklumat Kapolri di tempatkan pada tempat yang mudah dilihat oleh orang banyak seperti di minimarket, di kantor […]
pemasangan maklumat kapolri