Soal Banten Tertinggi Covid, Kadinkes: Data Lama Baru Diinput NAR

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, Ati Pramuji Hastuti langsung menanggapi soal Banten merupakan penyumbang tertinggi kasus konfirmasi atau positif Covid 19 secara nasional. Katanya, data yang disampaikan Satgas Covid 19 Pusat disebut sebagai kumpulan data lama yang baru diinput selama empat hari terakhir pada aplikasi News All Record (NAR) milik Pusat, bukan data terbaru.

Sebelumnya, Provinsi Banten duduk di peringkat pertama dalam penambahan kasus positif Covid 19 harian pada Minggu (4/4/2021) ini. Banten menyumbang 3.501 kasus baru dari hasil pemeriksaan spesiman selama 24 jam terakhir. Sementara DKI Jakarta yang biasanya di peringkat teratas, hari ini berada di posisi kedua dengan 736 kasus baru.

Demikian data yang disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid 19 kepada wartawan, Minggu sore (4/4/2021). Baca: Banten Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid 19 Secara Nasional.

Kepala Dinkes Banten, Ati Pramuji Hastuti meneruskan sebuah pesan WA kepada MediBanten.Com, Minggu (4/4/2021). “Ijin prof, menjelaskan terkait data kasus covid di Banten yg pemberitaannya tinggi,” dalam pesan itu tanpa menyebutkan Prof siapa yang dimaksudkan, apakah Prof Wiku, Jubir Satgas Covid 19 Pusat atau bukan.

Ati mengatakan, selama ini ada perbedaan data covid antara data di pusat dengan data covid di Banten. Data Banten selalu lebih banyak dibandingkan dengan data Banten yang dipublikasikan pusat.

“Jadi data kasus Covid yang lama di Banten belum terinput seluruhnya pada aplikasi NAR atau News All Record milik pusat,” ujarnya.

“Hari Rabu, 31 Maret 2021, dari Posko KLB dan Pusdatin Kemenkes datang ke Banten, bertemu dengan seluruh penanggung jawab data All Record kabupaten / kota se-Banten. Tujuannya menyamakan data pusat dan daerah,” ujarnya.

Baca:

Sejak hari Kamis sampai dengan Minggu (1-4/4/2021), kabupaten dan kota se-Banten menginput ke dalam aplikasi NAR Pusat. Semua data lama Covid baik yang masih aktif, sembuh maupun yang meninggal yang belum terinput dalam aplikasi NAR.

Setelah input data selama 4 hari itu rampung, data Covid antara NAR Pusat dengan data web Provinsi Banten dan kabupaten dan kota sudah tidak ada perbedaan lagi atau sama.

“Hal ini menjadi seolah kasus di Banten naik signifikan. Padahal itu kasus lama yang baru terinput.” katanya.

Kadinkes Banten juga menyampaikan penambahan kasus konfirmasi atau positif tanggal 4 April 2021 yang berjumlah 103 kasus, bukan 3.501 kasus seperti yang dipublikasikan Satgas Covid 19 Pusat. Perinciannya adalah 94 orang sembuh, meninggal 0 orang dan 9 orang dirawat.

Kasus konfirmasi itu berasal dari Kota Tangsel 38 orang, Kabupaten Tangerang 26 orang, Kota Tangerang 23 orang, Kabupaten Lebak 7 orang, Kabupaten Serang 5 orang, Kota Cilegon 4 orang dan Kabupaten Pandeglang nihil.

Sedangkan total kasus sejak Covid 19 terjadi berjumlah 43.838 orang. Jumlah itu dirinci sembuh sebanyak 40.525 orang, meninggal 1.149 orang dan 2.164 dirawat.

Data yang dilansir Covid 19 Pusat itu menyebutkan, setelah Banten menyusul, Jawa Barat dengan 338 kasus baru, Kalimantan Selatan dengan 290 kasus, dan Bali dengan 255 kasus baru. Belum ada penjelasan resmi dari Satgas Penanganan Covid-19 mengenai tingginya lonjakan kasus di Provinsi Banten hari ini.

Tingginya sumbangan angka positif dari Banten juga ikut medongkrak jumlah kasus baru secara nasional pada hari ini. Tercatat ada 6.731 kasus positif Covid 19 baru pada Minggu (4/4/2021) ini. Angka ini sedikit menanjak dibanding laporan penambahan kasus dalam sepekan terakhir yang berkisar di angka 4.000 sampai 5.000-an kasus. (IN Rosyadi)


Apakah artikel ini bermanfaat? Silakan Anda berdonasi agar kami bisa tetap menyajikan karya jurnalistik yang berkualitas dan independen. Klik tombol di bawah ini;
donate-button

Berita Terkait