HeadlinePeristiwa

Korban Tewas Gempa Bumi Cianjur Selasa Pagi Capai 103 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (22/11/2022), pukul 10.00 WIB mencatat, korban tewas paska gempa bumi Cianjur berskala 5,6 M sebanyak 103 orang. Sedangkan 25 orang masih dilaporkan hilang atau belum ditemukan.

Warga yang tewas itu disebabkan tertimpa runtuhan bangunan yang ambruk saat peristiwa gempa bumi berlangsung.

Sementara itu, Hingga Selasa (22/11) pukul 06.30 WIB, gempa susulan tercatat sebanyak 118 gempa dengan magnitudo terkecil M1,5 dan terbesar M4,2.

BNPB juga mencatat ada 377 orang luka-luka di Kabupaten Cianjur, 1 orang luka di Kabupaten Bandung, 1 orang luka berat dan 9 orang luka ringan di Kabupaten Sukabumi dan 2 orang luka ringan di Kabupaten Bogor.

Warga mengungsi bertambah menjadi 7.060 jiwa yang tersebar di beberapa lokasi. Selain itu, 8 KK mengungsi di Kabupaten Sukabumi dan 4 jiwa mengungsi di Kabupaten Bogor.

Kerusakan infrastruktur tercatat sebanyak 3.075 rumah rusak ringan, 33 unit rumah rusak sedang, dan 59 rumah rusak berat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa, kerusakan infrastruktur, lokasi pengungsian, dan kebutuhan mendesak.

Tetapkan Kedaruratan

Bupati Cianjur, Herman Suherman menerbitkan Surat Keputusan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Cianjur selama 30 hari dari 21 November hingga 20 Desember 2022. SK itu ditandatangani Bupati Cianjur.

Untuk wilayah Kabupaten Bandung satu orang alami luka sedang dan satu kepala keluarga / lima jiwa terdampak.

Kemudian Kabupaten Sukabumi sebanyak 641 kepala keluarga terdampak, delapan diantaranya mengungsi, tercatat satu orang luka berat dan sembilan orang luka ringan. Dilaporlan 641 unit rumah alami kerusakan.

Sementara itu Kabupaten Bogor dilaporkan sebanyak 19 KK / 78 jiwa terdampak, empat diantaranya mengungsi dan dua orang alami luka ringan. Lima belas unit rumah mengalami rusak ringan dan lima unit rumah alami rusak sedang.

Bantuan

BNPB juga telah memberikan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp1,5 milyar dan bantuan logistik darurat senilai Rp500 juta.

Bantuan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur pada saat tinjauan lapangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Wakil Komisi VIII DPR RI, Kepala BNPB, dan Kepala BMKG.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada warga di Kabupaten Cianjur dan sekitarnya untuk mengungsi apabila dirasa rumahnya masih belum aman dari bahaya gempabumi. Warga diimbau untuk tetap waspada akan adanya potensi gempa susulan.

Warga juga diminta untuk mengikuti dan mendapatkan informasi dari kanal resmi BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,6 magnito (M) terjadi di daratan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022), pukul 13.21 WIB (Baca: Gempa Bumi 5,6 M Terjadi di Daratan Cianjur, Waspadai Susulan).

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) mencatat, pusat gempa bumi berada kedalaman 10 Km sebelah barat daya Cianjur dengan lokasi 6.84 lintas selatan (LS) dan 107.05 bujur timur (BT.

Belum ada laporan soal efek dari gempa tersebut, namun BMKG mengingatkan kemungkinan terjadi gempa susulan. Kekhawatiran ini disebabkan gempa berada di daratan, bukan di perairan laut.

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Cianjur, Garut, Sukabumi, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, Bayah, Renaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, Depok, Tangerang dan Bakauheni.

(* / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button