Peristiwa

Korban Tewas Gempa Bumi Cianjur Capai Puluhan Orang

Gempa bumi Cianjur berkekuatan 5,6 magnito (M) pada Senin (21/11/2022) menimbulan puluhan korban tewas, korban luka-luka, kerusakan gedung dan sarana prasarana. Namun data pasti korban itu masih simpang siur.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjet TNI Suharyanto menyebutkan, jumlah korban yang tewas 17 orang dan 19 orang mengalami luka parah.

Namun data Polres Cianjur yang merujuk informasi dari RSUD Cianjur menunjukkan 20 orang meninggal dunia dan 100 orang luka-luka per pukul 14.00 WIB.

Terbaru, Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan jumlah korban tewas sudah mencapai 46 orang, dan sekitar 700 luka-luka.

Menurut Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, perbedaan data pada awal peristiwa bencana memang lumrah terjadi karena masing-masing pihak mencari data sendiri. “Jadi nanti juga akan ketemu jumlah fix korban yang tewas, luka parah dan kerusakan yang terjadi,” katanya.

“BNPB akan menempatkan satu unit helikopter untuk mempermudah penanganan darurat bencana, evakusi dan pendistribusian logistik ke lokasi-lokasi terisolir,” kata Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan pers yang digelar, Senin, pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan pendataan Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BNPB, kerusakan akibat gempa bumi Cianjur sementara ini berupa 343 rumah rusak berat, 1 Pondok Pesantren, RSUD Cianjur mengalami rusak sedang.

Kerusakan juga terjadi pada 4 gedung pemerintah, 3 unit fasilitas pendidikan, 1 unit sarana ibadah, 1 unit toko dan 1 cafe. Sedangkan sejumlah ruas jalan juga mengalami kerusakan yang menyebabkan terputusnya arus lalu lintas.

“Besok pagi saya akan ke lokasi, untuk melaksanakan pendampingan terhadap langkah-langkah penanganan gempa di Cianjur, selain itu untuk memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak” lanjutnya.

Suharyanto menjelaskan, tidak ada yang dapat memprediksi kapan terjadinya bencana, yang terpenting bagaimana respon yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat terjadinya bencana.

“Gempa sudah terjadi, tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terjadinya bencana, yang pasti setelah terjadi bencana bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, solidaritas dan sungguh-sungguh agar penanganan bencana dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Suharyanto.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 5,6 magnito (M) terjadi di daratan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022), pukul 13.21 WIB (Baca: Gempa Bumi 5,6 M Terjadi di Daratan Cianjur, Waspadai Susulan).

Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) mencatat, pusat gempa bumi berada kedalaman 10 Km sebelah barat daya Cianjur dengan lokasi 6.84 lintas selatan (LS) dan 107.05 bujur timur (BT.

Belum ada laporan soal efek dari gempa tersebut, namun BMKG mengingatkan kemungkinan terjadi gempa susulan. Kekhawatiran ini disebabkan gempa berada di daratan, bukan di perairan laut.

Menurut BMKG, guncangan gempa bumi ini dirasakan di Cianjur, Garut, Sukabumi, Cimahi, Lembang, Kota Bandung, Cikalong Wetan, Rangkasbitung, Bogor, Bayah, Renaekek, Tangerang Selatan, DKI Jakarta, Depok, Tangerang dan Bakauheni. (* / Editor: Iman NR)

SELENGKAPNYA
Back to top button