Sejak Covid, Omzet Pedagang Pasar Rau Anjlok Hingga 90 Persen

Pandemi Covid 19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat pedagang di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Banten, menjerit. Karena pembeli semakin sepi, sementara stok dagangan melimpah. Omzet penjualan anjlok hingga 90 persen.

Sepinya pembeli itu diperparah dengan kondisi pasar yang semrawut. Ini menambah keengganan pembeli dari Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang untuk datang.

“Sepinya karena kondisi lingkungan pasar yang amburadul ditambah corona. Itu yang paling mempengaruhi pedagang di sini. Kemaren Pemkot bagi-bagi sembako belinya bukan dari pedagang kios, dari pengusaha-pengusahanya,” kata Hasballah (48), pedagang beras di PIR Kota Serang, Hasballah, ditemui dilokasi dagangannya, Blok I nomor 1, Jumat (18/09/2020).

Keluhan juga diutarakan pedagang seragam sekolah, yang semakin sulit menjual pakaian lantaran pembelajaran saat pandemi Corona dilakukan secara online. Jika kondisi normal, dia akan kebanjiran pembeli saat tahun ajaran baru.

Baca:

“Kalau tahun ajaran baru normal bisa jual 100 potong sehari. Sekarang kurang dari 50 potong juga susah jualannya, sekarang sehari dua potong juga susah. Nambah jualan sarung kasur, bantal, guling,” kata pedagang pakaian sekolah, Amir (24), ditemui di PIR blok C-07, Kota Serang.

Amir yang baru saja menikah dengan istrinya, sudah berjualan seragam sekolah mulai SD hingga SMA selama empat tahun. Pendapatannya pun turun drastis, bahkan pernah berdagang online, namun tak mampu mendongkrak penjualannya.

“Jual seragam sekolah, udah jualan online juga, tapi enggak bisa juga. Harapannya segera membaik musibah ini, vaksinya juga cepat ketemu bisa kita bisa usaha lancar,” jelasnya.

Begitupun yang dikeluhkan sepasang suami istri pedagang sayur, bumbu dapur dan sembako. Meski stok nya cukup, namun jualannya turun hingga 90 persen. Bahkan saat ditemui di lapak dagangannya, sang suami, Uci (50) sedang tertidur. Istrinya, Aminah (45), sedang mengupasi kulit bawang merah yang sudah mengering.

“Harga biasa, yang beli sepi. Kurang pengunjungnya, omzet turun 90 persen, enggak ada orang, hari ini belum ada yang belanja. Pasokan banyak, stabil. Cuman orang nya enggak ada, orang yang beli. Harapannya pengen cepat normal lagi,” kata Aminah (45). (Yandhi Deslatama)

Yandhi Deslatama

Berita Terkait