Selama PPKM Darurat, Pengunjung Pasar Induk Rau Turun 70 Persen

Selama PPKM Darurat, Pasar Induk Rau (PIR) di Kota Serang, mengalami penurunan pengunjung sebanyak 70 persen. Masyarakat yang datang ke pasar, tidak lagi berlama-lama membeli barang belanjaan, usai mendapatkan barang belanjaan, langsung pulang ke rumah.

“Terpantau pengunjung Pasar Rau menurun 70 persen dari hari biasa. Pengunjung hanya datang, membeli barang belanjaan langsung pulang kembali,” kata Kapolsek Serang, Kompol Bambang Wibisono, Kamis (15/07/2021).

Masyarakat dan pedagang yang tidak memakai masker, diberikan masker oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Serang. Pembeli dan pedagang juga dihimbau untuk menaati PPKM Darurat dan semakin mematuhi prokes covid-19, saat beraktifitas diluar rumah.

“Kami edukasi dan menghimbau kepada masyarakat berupa prokes dan membagikan 200 masker,” terangnya.

Baca:

Sebelumnya, peduli masyarakat yang membutuhkan dimasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kapolres Serang AKBP Mariyono memberikan 600 bantuan sembako kepada masyarakat di Desa/Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

“Bantuan sembako ini kami berikan kepada masyarakat yang benar-benar terdampak pandemi Covid- 19 dalam rangka pemberlakuan PPKM Darurat,” ungka AKBP Mariyono di sela-sela kegiatan, Minggu (11/07/2021)

Kapolres menuturkan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran Polri atau Polres Serang di tengah-tengah masyarakat dalam melayani dan melindungi disaat pemberlakuan PPKM darurat.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Majalengka juga menjelaskan bahwa pemberian sebanyak 600 Paket sembako kepada masyarakat yang sangat membutuhkan ini juga sebagai upaya pihak kepolisian yang sangat peduli terhadap masyarakat Kabupaten Serang.

“Saya berharap bantuan yang tidak seberapa ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin di masa Pandemi Covid-19 dan masa PPKM Darurat,” kata Mariyono.

Menurut dia, pemberlakuan PPKM Darurat ini hanya bersifat sementara karena pemerintah ingin pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Dikatakan Darurat, kata Kapolres, karena tingkat peyebaran virus yang mematikan begitu besar dalam sebulan terakhir.

“Nanti kalau kondisinya sudah memungkinkan, roda perekonomian dan aktivitas masyarakat pasti akan kembali normal,” katanya. (Reporter: Yandhi Deslatama / Editor: IN Rosyadi)

Yandhi Deslatama

Berita Terkait