SISTech UPH Ajak Siswa SMA Mengenal Tren Teknologi Masa Kini

Foto: UPH

SISTech (School of Information Science and Technology) UPH terus mengikuti perkembangan teknologi informasi terkini, melalui kerjasama dengan berbagai perusahaan berbasis teknologi. Perkembangan di dalam SISTech UPH terus disosialisasikan tidak hanya kepada mahasiswa tetapi juga kepada siswa sekolah menengah  untuk mendapat insight  langsung mengenai tren teknologi dari mitra industri SISTech melalui berbagai acara. Salah satunya SISTech Open Day Learn from The Tech Giants’ yang berlangsung Rabu, 8 November 2017.

SISTech Open Day kali ini menghadirkan Doni Nathaniel CEO OfficeStrategic Development dari Tokopedia, dan Alex Albert Principal Software Development Engineer Blibli.com. Selain mahasiswa, acara ini dihadiri kurang lebih 300 siswa SMA dari Jakarta dan Tangerang.

Menurut Lie Nathanael Santoso, Executive Director Business Development UPH,  acara ini bertujuan membekali mahasiswa dan siswa dengan wawasan mengenai perkembangan teknologi. Melalui acara ini juga SISTech UPH mau memperkenalkan peminatan baru yaitu technopreneurship dan smart apps development.

“Dengan demikian mereka bisa mendapatkan informasi terkini langsung dari para pelaku industri besar berbasis teknologi di Indonesia, seperti Tokopedia dan Belibeli.com yang kami hadirkan hari ini,”  tambah Nathanael.

Baca: Food Explore 10 Ajak Masyarakat Peduli Kualitas Makanan

Dalam sesi presentasi Doni Nathanael memberikan insight  tentang penerapan kemajuan teknologi yang melahirkan beragam aplikasi untuk menunjang kemudahan customer dan bagaimana kemajuan teknologi tersebut mampu menjadi problem solver.

“Aplikasi berbasis teknologi yang saat ini hadir dan terus berkembang merupakan ‘disruption’ artinya menjadi gangguan bagi apa yang sudah ada. Mengubah keadaan dari konvesional menjadi lebih mudah seperti yang saat ini kita gunakan. Seperti Tokopedia dan aplikasi sejenis lainnya, merupakan aplikasi yang mengubah gaya berkomunikasi dan bertransaksi. Hal ini lahir dari terlihatnya suatu masalah dan bagaimana para pelaku teknologi melihatnya sebagai peluang , menjadi solver, dan mengembangkannya menjadi bisnis,” jelas Doni.

Menghadapi perkembangan teknologi yang terus hadir menurut Doni juga harus diseimbangkan dengan proses edukasi kepada masyarakat, dan menyadari beragam tantangan yang ada untuk diubah menjadi peluang.

“Menghadapi teknologi ini, kita juga harus menyadari realita yang ada. Saat ini ada 115 juta pengguna internet, namun hanya 12 juta yang menjadi pengguna online shop. Fakta lainnya di Indonesia masih ada sekitar 75% orang yang belum memiliki rekening bank, sedangkan saat ini transasksi jual beli di aplikasi online pastinya membutuhkan customer yang memiliki rekening bank untuk transfer. Ini tantangan, bagaimana masyarakat yang belum memanfaatkan teknologi tersebut,  menjadi peluang besar sebagai target konsumen kita. Kita juga harus sadar, disamping tantangan banyak juga key drivers yang mampu mendukung berkembangnya aplikasi teknologi. Hal ini antara lain harga smartphone dan harga kuota internet yang juga semakin bertambah murah, sehingga memungkinkan berbagai lapisan masyarakat memiliki kesempatan untuk akses aplikasi teknologi tersebut. Faktor lainnya yaitu generasi milenial yang jumlahnya setengah dari populasi Indonesia. Generasi milenial merupakan generasi native digital atau dengan kata lain kaum yang fasih dan nantinya mampu menggerakan arah perkembangan teknologi,” papar Doni di akhir sesi.

Usai sesi dari Tokopedia, paparan dilanjutkan oleh Alex dari blibli.com untuk memberikan penjelasan jenjang karir di dunia teknologi.

Menurut Alex bicara mengenai karir di bidang teknologi ada dua path. Pertama adalah yang umum yaitu sisi manajamen. Secara umum jenjangnya kurang lebih menjadi engineer, senior engineer, manajer, senior manajer, hingga akhirnya menempati posisi sebagai CEO. Secara umum fokusnya pada kemampuan sosial dalam mengelola kemampuan orang-orang di dalamnya, mampu menjadi pengawas (overseer) hingga sebagai strategic planner, administrative,  kepemimpinan dan pengetahuan yang luas. Kedua yaitu terkait the expertise path.

Menurut Alex, area expertise inilah yang masih belum dimiliki banyak perusahaan. Expertise artinya menekankan keahlian tertentu. Bisa dibilang principle selevel dengan manajer. Di area expertise atau principle ini menekankan kemampuan tekniknya. Seorang yang berada di path ini tentunya memiliki technical skill yang tidak diragukan lagi. Mereka juga harus memiliki technical insight and ability, artinya tidak hanya kemampuan teknis tapi juga wawasan dan memahami dengan detail beragam teknologi, mampu memahami detail teknologi dari dasarnya. Tidak hanya itu para expertise disini juga dituntut untuk memahami bidang industri tempatnya bekerja,” jelas Alex.

Di akhir sesinya, Alex juga mengigatkan ketika nantinya para siswa telah menetapkan pilihan jurusan apa yang dipilih hingga bekerja, cari perusahaan yang memiliki visi dan nilai yang sejalan dengan apa yang kita cari. Alex juga berpesan untuk meraih mimpi maka perlu kemauan untuk  belajar sebaik mungkin.

Melalui acara ini diharapkan siswa SMA mendapatkan wawasan dan lebih mengerti apa itu aplikasi berbasis teknologi yang dapat bermanfaat. (Rilis UPH – meishiana.tirtana@uph.edu)

Berita Terkait