Siswi SMP di Tangerang Tak Makan 2 Hari, Baznas Kirim Makanan

siswi smpa tak makan 2 hari

Tim Layanan Aktif Badan Amil Zakar Nasional (Lab Bazanas) bergerak cepat mendistribusikan makanan bagi Zahra Amelia Putri, murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Cibetok, Kecamatan Gunung, Tangerang, Banten. Murid ini viral di dunia maya karena menahan lapar selama dua hari.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Irfan Syauqi Beik mengatakan ia telah memerintahkan jajarannya untuk berkomitmen merespons cepat peristiwa kemanusiaan seperti yang dialami oleh Zahra.

“Layanan Aktif Baznas ini pada dasarnya adalah lembaga program yang didesain khusus untuk melayani kondisi kegawatdaruratan mustahik. Karena itu, kecepatan respons dan akurasi pemberian bantuan menjadi kunci efektivitas penanganan persoalan mustahik, agar kondisi kegawatdaruratan mustahik bisa diatasi dengan baik,” kata Irfan dalam keterangan tertulisnya kepada Republika seperti dikutip MediaBanten.Com, Senin (25/11/2019).

Sebelumnya Zahra harus menahan lapar karena tidak ada makanan sedikitpun di rumahnya karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Zahra hanya tinggal berdua bersama Ayahnya, Ahmad Yani.

Baca:

TB Tulang

Ayahnya tidak bisa lagi bekerja karena mengalami penyakit TB Tulang yang dideritanya sejak 2010. Untuk biaya hidup sehari-hari, Ahmad hanya mengandalkan belas kasih dari para tetangga,dan saudara-saudaranya.

Atas kondisi ini, Baznas memberikan bantuan berupa paket sembako yang terdiri dari minyak, gula, susu, dan mi instan. Dan juga paket Hygent Kit berupa sabun mandi, sabun cuci, serta pasta gigi. Selain itu, Baznas juga menyalurkan bantuan uang tunai untuk operasional kesehatan ayah Zahra.

Irfan berharap bantuan LAB dapat membantu meringankan beban Zahra dan keluarga, baik terkait dengan pemenuhan kebutuhan pangan maupun terkait dengan proses penyembuhan kondisi kesehatan ayahanda Zahra.

“Ke depan, kita akan terus perbesar peran LAB dan replikasi LAB saat ini sudah berjalan di enam provinsi. Kami berharap sampai Desember 2019 LAB bisa direplikasi delapan provinsi, dan tahun depan bisa seluruh atau sekurang-kurangnya 80 persen provinsi telah memiliki LAB,” ucap Irfan. (republika.co.id / IN Rosyadi)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait