Edukasi

SMA Muhi Gelar MPLS, Fortasi dan Pembekalan Ismuba Tahun 2026/2027

SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi Yogya) mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menyelenggarakan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Forum Ta’aruf dan Orientasi (Fortasi), serta Pembekalan ISMUBA yang berlangsung selama lima hari, Senin–Jumat, 13–17 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi 432 murid baru kelas X untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta nilai-nilai yang menjadi karakter pendidikan Muhammadiyah.

MPLS merupakan program pengenalan lingkungan sekolah agar murid mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran, tata tertib, budaya sekolah, serta berbagai layanan yang tersedia.

Sementara itu, Fortasi merupakan Forum Ta’aruf dan Orientasi khas sekolah Muhammadiyah yang bertujuan menanamkan nilai keislaman, kepemimpinan, semangat berorganisasi, dan kecintaan terhadap Persyarikatan Muhammadiyah.

dapun Pembekalan ISMUBA merupakan penguatan mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab sebagai identitas utama pendidikan Muhammadiyah. Melalui ketiga program tersebut, SMA Muhi berharap seluruh murid baru siap menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kokoh dalam akhlak dan karakter.

Pembukaan kegiatan diawali dengan apel di lapangan sekolah yang dipimpin oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Herynugroho.

Dia mengajak seluruh warga sekolah untuk memulai tahun ajaran baru dengan harapan dan semangat baru untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada 432 murid baru yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMA Muhi.

Menurutnya, seluruh murid tersebut merupakan orang-orang pilihan yang berhasil lolos melalui proses seleksi yang sangat ketat dari sekitar 1.300 pendaftar.

Kesempatan belajar di SMA Muhi harus disyukuri dengan kesungguhan, disiplin, serta semangat untuk terus berkembang.

Kepala sekolah menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya dibangun melalui kecerdasan intelektual, tetapi juga melalui akhlak yang mulia, adab yang baik, dan ilmu yang bermanfaat. Ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan agar murid mampu menjadi pribadi yang unggul, berintegritas, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, seluruh murid baru mengikuti deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Deklarasi tersebut berisi penolakan terhadap segala bentuk perundungan, pembulian, penyalahgunaan narkoba, serta perilaku seks bebas. Melalui komitmen ini, SMA Muhi menegaskan bahwa sekolah bukan hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang yang aman bagi tumbuh kembang karakter, kepedulian, dan saling menghormati antarwarga sekolah.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya sekolah yang sehat sehingga setiap murid dapat belajar dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan dari lingkungan sekitarnya.

Herynugroho menekankan pentingnya memanfaatkan Program Sekolah Unggul Garuda yang saat ini dikembangkan di SMA Muhi.

Program Sekolah Unggul Garuda merupakan program strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bertujuan memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan pembelajaran, riset, sains, teknologi, kepemimpinan, serta kemampuan bahasa asing agar lulusan memiliki daya saing global.

Program tersebut menghadirkan berbagai penguatan fasilitas, pendampingan, jejaring, dan kesempatan pengembangan kompetensi bagi murid maupun guru.

Menurutnya, keberadaan Program Sekolah Unggul Garuda merupakan fasilitas yang sangat berharga dan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh murid untuk mengembangkan potensi terbaiknya.

Dengan dukungan tersebut, murid diharapkan mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional sekaligus menjadi calon pemimpin masa depan yang berkarakter Islami.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Edo Lestari menyampaikan bahwa SMA Muhi terus berkomitmen memberikan dukungan nyata kepada murid berprestasi.

Pada tahun ajaran ini, sekolah menyalurkan beasiswa sebesar Rp313.281.250 kepada 19 murid baru yang telah membuktikan prestasinya di tingkat nasional maupun internasional.

Pemberian beasiswa tersebut merupakan bentuk penghargaan atas capaian yang telah diraih sekaligus motivasi agar para penerima terus mengembangkan potensinya selama belajar di SMA Muhi.

Selain bantuan pendidikan, sekolah juga menyediakan pembinaan intensif, pendampingan, fasilitas latihan, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik.

Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa SMA Muhi senantiasa berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendukung lahirnya generasi berprestasi dan berdaya saing tinggi.

Selama pelaksanaan MPLS, Fortasi, dan Pembekalan ISMUBA, murid baru juga mendapatkan pembekalan dari sejumlah tokoh nasional, akademisi, praktisi, dan narasumber inspiratif.

Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan luas, motivasi, serta inspirasi kepada murid baru untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu, karakter, dan kepemimpinan yang kuat.

Melalui rangkaian MPLS, Fortasi, dan Pembekalan ISMUBA yang berlangsung selama 13–17 Juli 2026, SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter Islami, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Semangat kebersamaan yang dibangun sejak hari pertama sekolah diharapkan menjadi fondasi bagi seluruh murid untuk terus belajar, berprestasi, menjaga akhlak, menjunjung tinggi adab, serta memanfaatkan seluruh peluang yang diberikan sekolah.

Dengan dukungan guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah, 432 murid baru diharapkan tumbuh menjadi generasi unggul yang mampu mengharumkan nama SMA Muhi di tingkat nasional maupun internasional sekaligus menjadi kader persyarikatan dan pemimpin bangsa yang membawa manfaat bagi masyarakat. (Pengirim: Yusron Ardi Darmawan – SMA Muhi Yogyakarta)

Iman NR

Back to top button