Wagub Ingin Banten “Tangkap” Tren Industri Halal Dunia

Foto: Tim Media Wagub Banten

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menginginkan Banten menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mampu menangkap peluang dari tren industri halal di dunia. Pemprov Banten akan mendorong terciptanya keinginan tersebut.

“Banten dengan label sebagai daerah yang Islami seharusnya mampu menangkap peluang dari tren industri halal yang sekarang sedang terjadi. Kami pemprov akan mendorong itu secara serius,” kata Andika usai menjadi keynote speaker di Seminar International bertema Halal Industries: Policies, Challenges, and Opportunities, di Kampus UIN SMH Banten, Rabu (26/9/2018).

Seminar tersebut sebagai rangkaian dari acara Jambore Ekonomi Syariah (JES) International 2018 yang digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SMH Banten. Jambore diikuti oleh peserta dari sejumlah Negara di Asia Tenggara.

Andika mengatakan, pergeseran pertumbuhan dan pembangunan ekonomi dari barat ke timur, serta pertumbuhan populasi muslim di dunia memberikan peluang bagi pengembangan industri di Indonesia. Populasi muslim dunia pada tahun 2030 diprediksi mencapai 2,2 miliar atau 26 persen dari populasi dunia. Indonesia memiliki prospek yang baik sebagai pengekspor produk-produk halal.

Dikatakan Andika, halal sudah menjadi gaya hidup masyarakat global. Jaminan halal diakui oleh World Trade Organization (WTO). Data Global Islamic Economy Report 2016 menunjukkan bahwa Indonesia masuk peringkat 15 besar Dunia dengan potensi industri halal pada sektor produk makanan halal (halal food), layanan keuangan syariah (Islamic Finance), wisata halal (halal travel), busana muslim (modest fashion), hiburan dan media halal (halal media and recreation) dan farmasikosmetik halal (halal pharmaceuticals and cosmetics).

Baca: Lebih 4 Tahun, Warga Desa Ciparahu Nikmati Jalan Berlubang dan Lumpur

“Pasar produk industri halal dunia mencakup AsiaPasifik sebesar 62 persen, Afrika 15 persen, timur Tengah 20 persen, Eropa dan Amerika Serikat 3 persen. Berdasarkan data tersebut, Banten diharapkan memiliki perusahaan bertaraf internasional yang dapat mensuplai produk-produk halal ke negara-negara muslim di Dunia,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, melalui seminar tersebut diharapkan sinergitas antara perguruan tinggi, industri dan pemerintah daerah dapat terjalin untuk bersama-sama mengembangkan industri halal di Provinsi Banten. Kawasan Industri Modern Cikande pada tahun 2018 mulai mengembangkan kawasan industri halal pertama di Indonesia. Kawasan industri halal adalah kawasan industri yang semua di dalamnya menerapkan atau sesuai dengan standar halal internasional mulai dari hulu sampai hilir.

PT Modern Industrial Estate mengembangkan Modern Halal Valley, sebuah cluster industri halal yang terintegrasi pertama dan terbesar di indonesia seluas 500 hektar di kawasan Modern Cikande Industrial Estate (MCIE) di Cikande, Kabupaten Serang. “Cluster ini nantinya merangkum halal intregrated supply chain, standard factory building, industrial land, dan logistic park,” ujarnya.

Cluster industri halal yang terintegrasi di Modern Cikande itu, kata Andika, telah didukung fasilitas dan infrastruktur modern yang telah terintegrasi serta memiliki akses pada jaringan pasar halal global. Di kawasan tersebut , lanjutnya, pemda setempat juga menyediakan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang akan membantu dan memberi informasi bagi para investor asing terkait semua hal tentang investasi di Indonesia. (Siaran Pers Tim Media Wagub Banten)

Berita Terkait