Warga Pontang Tewas Ditusuk Pisau Pada Bagian Leher

Mengenaskan, Irfan, 22, warga Kampung Pontang RT 08/03, Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, meregang nyawa setelah terkena tusukan senjata tajam pada bagian leher. Korban meninggal dunia saat dilarikan ke puskesmas setempat, sementara pelaku melarikan diri dan masih dalam pencarian petugas gabungan reskrim Polsek Pontang dan Buser Polres Serang.

Diperoleh keterangan, peristiwa penganiayaan ini terjadi tak jauh dari kantor desa di Jalan Raya Ciptayasa, Kecamatan Pontang, Rabu (30/10/2019) dini hari. Tak ada saksi mata saat peristiwa penganiayaan terjadi. Sebelum terjadi penusukan, korban diperkirakan cekcok dengan pelaku. Kemudian korban diserang oleh pelaku pada bagian leher yang diduga menggunakan pisau.

Usai melakukan aksi jahatnya, pelaku langsung melarikan diri. Sementara meski leher terkena tusukan, korban berusaha berlari ke arah perkampungan dengan darah bercucuran untuk meminta pertolongan warga.

Setelah berlari sekitar 100 meter, korban berhasil menemui warga. Selanjutnya korban dilarikan warga ke Puskesmas Pontang, namun sesampainya di puskesmas korban meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Dradjat Prawiranegara untuk diotopsi.

Baca:

Masih Diselidiki

Kapolsek Pontang Iptu Sudibyo Wardoyo, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang menyebabkan korban tewas. Menurut Kapolsek, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap identitas pelaku. “Identitas pelaku masih dalam penyelidikan,” terang Kapolsek dikonfirmasi melalui telepon.

Kapolsek memastikan bahwa kasus pembunuhan ini tidak ada kaitan dengan pilkades serentak di sejumlah wilayah di Kabupaten Serang yang akan bergulir pada Minggu (3/11/2019) mendatang. Kapolsek menegaskan bahwa Desa Pontang tidak menggelar pilkades. “Tidak berkaitan dengan pilkades sebab di Desa Pontang tidak menyelenggarakan pilkades. Ini kemungkinan masalah pribadi,” tegasnya.

Meski belum mengetahui secara pasti motif dibalik tewasnya Irfan, namun Kapolsek menduga kasus penganiayaan berat ini berlatarbelakang bisnis narkoba. Dugaan tersebut muncul, setelah petugas menemukan 5 paket narkoba di saku celana korban.

“Motif penganiayaan masih kami dalami namun diduga terkait narkoba karena kami menemukan 5 paket narkoba. Kemungkinan besar persoalan pribadi terkait narkoba. Ini yang sedang kita selidiki,” tandasnya. (yono)

Next Post

Setahun Tsunami, Obyek Wisata di Selat Sunda Belum Normal

Rab Okt 30 , 2019
Kunjungan wisatawan ke obyek wisata di sepanjang pantai Selat Sunda masih belum normal, meski peristiwa tsunami sudah berlalu setahun. Salah satunya adalah Pamntai Karangsari, Desa Sukarame, kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. “Alhamdulillah sampai saat ini, sudah mulai kondusif. Sudah aman (bisa dikunjungi wisatawan). Setelah tsunami sempat turun, sekarang belum normal. Keluhan […]
obyek wisata sepanjang pantai Selat Sunda