97 Rumah Korban Tanah Longsor Padarincang, Wabup Serang: Penuhi Kebutuhan Dasar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 97 rumah warga terdampak tanah longsor yang terjadi di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat di Serang, Rabu (7/1/2026) mengatakan data kerusakan tersebut merupakan hasil kaji cepat di lapangan pasca-longsor pada Selasa (6/1) siang dan longsor susulan pada malam harinya.
“Total ada 97 rumah yang terdampak dengan jumlah penghuni sebanyak 193 Kepala Keluarga (KK) atau 504 jiwa. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Ajat.
Ajat menjelaskan lokasi titik longsor berada di area perbukitan dengan jarak sekitar 300 meter dari permukiman. Meskipun tidak ada fasilitas umum yang rusak, lanjut dia, material longsoran mengancam hunian warga di sekitarnya.
Pihaknya mencatat adanya longsor susulan pada Selasa (6/1) malam pukul 23.55 WIB. Kondisi ini membuat BPBD menetapkan status siaga darurat potensi longsor susulan, mengingat cuaca di wilayah Kabupaten Serang bagian selatan diprediksi masih berpotensi hujan sedang hingga lebat.
“Saat ini situasi relatif terkendali dan warga sudah mulai beraktivitas kembali, namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk menghindari area rawan jika hujan kembali turun,” kata Ajat.
Hingga Rabu pagi, BPBD Serang melaporkan masih minimnya sarana prasarana di lapangan. Kebutuhan mendesak yang diperlukan, kata dia, meliputi penerangan di lokasi pengungsian, alas tidur, makanan siap saji, serta perlengkapan evakuasi.
Wabup: Penuhi Kebutuhan Dasar
Wakil Bupati (Wabup) Serang, Banten, Muhammad Najib Hamas memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak bencana tanah longsor di Kampung Cibodas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, terpenuhi dengan baik melalui penanganan cepat tim gabungan.
“Saya hadir malam ini setelah menyelesaikan beberapa agenda kegiatan kedinasan, untuk memastikan kebutuhan warga segera diatasi,” ujar Najib Hamas saat meninjau lokasi pengungsian pada Selasa (6/1) malam.
Najib mengatakan tim gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muspika, pemerintah desa, serta relawan telah bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Langkah cepat tersebut meliputi penyediaan makanan siap saji melalui pendirian dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan mendesak bagi kelompok rentan.
“Penanganan kondisi warga yang memiliki penyakit khusus, kebutuhan asupan gizi bagi bayi dan anak-anak, serta kebutuhan lainnya yang mendesak diperlukan,” katanya.
Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 274 warga mengungsi sementara di Gedung Madrasah Roudhotunnajah yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
Dari total pengungsi terdapat kelompok rentan yang menjadi prioritas penanganan, terdiri atas 31 lansia, 21 balita, dan 4 ibu hamil. Selebihnya sebanyak 218 pengungsi merupakan kelompok dewasa dan anak-anak.
Insiden tanah longsor di area Bukit Kaupas tersebut terjadi pada Selasa (6/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga yang berlarian menyelamatkan diri, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Saya sudah mendapatkan laporan adanya longsor ini beberapa menit setelah kejadian, dan saya langsung berkoordinasi dengan Ibu Bupati serta pemangku kepentingan (stakeholder) terkait,” tutur Najib.
Usai meninjau pengungsi, Wabup Serang juga memeriksa titik terdekat longsoran untuk memastikan potensi risiko susulan. Ia menginstruksikan tim gabungan untuk tetap bersiaga memantau situasi di sekitar lokasi.
Sebagai bentuk ikhtiar, Najib juga mengajak masyarakat dan tim gabungan menggelar doa bersama memohon keselamatan dan perlindungan dari bencana alam. (Oleh Desi Purnama Sari – LKBN Antara)










