Edukasi

Pemkab Lebak Targetkan 200 Orang Miskin Ekstrem Jadi Peserta Didik Sekolah Rakyat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten menargetkan peserta didik Program Sekolah Rakyat di wilayah setempat sebanyak 200 orang dari keluarga Desil 1 dan 2 yang masuk kategori miskin ekstrem dan rentan miskin.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Lela Gifty Cleria di Lebak, Selasa, mengatakan Program Sekolah Rakyat di Lebak tahun ajaran 2025/2026 berjalan baik pada jenjang SD, SMP dan SMA.

Dia mengatakan, peserta didik fokus dan penuh konsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran di ruang kelas maupun asrama.

Program tersebut, kata dia, bertujuan untuk mencetak anak-anak bangsa dari keluarga miskin agar memiliki kompetensi, keterampilan dan menjadi sumber daya manusia unggul.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lebak menargetkan Program tersebut tahun ajaran 2026/2027 dapat menjaring peserta didik sebanyak 200 orang, terdiri dari jenjang SD 25 orang, SMP 75 orang dan SMA 100 orang.

“Kita tahun ajaran baru itu menempati gedung yang dibangun Kementerian PUPR di Panggarangan yang juga dilengkapi sarana/prasarana, mulai dari gedung asrama, ruang belajar, ruang dapur, lapangan sepak bola, kesenian dan lainnya,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, setiap calon siswa Sekolah Rakyat, termasuk yang akan mengikuti seleksi untuk tahun ajaran baru tahun ini, harus melalui persetujuan kepala daerah sebelum ditetapkan sebagai peserta didik.

Saat ini, proses penjaringan siswa baru dilakukan secara berlapis mulai dari asesmen hingga verifikasi dan validasi akhir di tingkat pusat.

Selain itu juga pihaknya melibatkan tim tenaga pendamping sosial, khususnya Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk merekrut calon siswa Sekolah Rakyat.

“Semua calon siswa Sekolah Rakyat sebanyak 200 orang itu dari hasil asesmen yang diajukan ke Bupati untuk diterbitkan SK peserta didik dari keluarga Desil 1 dan 2, sehingga tidak ada titipan,” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button