Edukasi

Kepala BGN Sidak ke SD di Bogor, Siap Tutup Dapur MBG Tak Penuhi Standar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan akan menutup dapur MBG atau Makan Bergizi Gratis yang tidak mampu memenuhi standar setelah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat inspeksi mendadak (sidak) ke pelaksanaan Program MBG di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Sidak tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan sebagai bagian dari pengawasan langsung pada hari ketiganya menjabat sebagai Kepala BGN.

“Kita sisir mana yang memang kurang, kita suruh perbaiki segera. Kalau enggak bisa disuruh perbaiki, enggak bisa, kita tutup. Jadi kita juga tegas, tapi di sisi lain kita juga apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan kawan-kawan semuanya,” kata Sudaryono.

Ia mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan kualitas dapur MBG berjalan sesuai standar sekaligus membuka ruang bagi berbagai masukan dari sekolah, penyedia dapur, maupun masyarakat.

Menurut dia, evaluasi tidak hanya menyangkut kebersihan dapur, tetapi juga menu makanan, penyajian, hingga tingkat penerimaan siswa terhadap makanan yang disediakan.

“Apakah itu dari sisi dapurnya, dari sisi menunya, dari sisi kesukaan anak-anaknya, sejauh ini pantauan oke. Kita mendengarkan saran, masukan, dan kritik,” ujarnya.

Sudaryono menambahkan BGN juga akan memperkuat edukasi gizi di sekolah melalui penambahan materi yang disampaikan kepada siswa. Edukasi tersebut meliputi pentingnya mencuci tangan sebelum makan, memahami kandungan gizi makanan, hingga membiasakan konsumsi sayuran sejak dini.

Ia menegaskan Program MBG tidak semata-mata bertujuan menyediakan makanan gratis, tetapi membangun kebiasaan konsumsi pangan bergizi bagi anak-anak.

“Ini bukan makan enak gratis, bukan makan yang disukai gratis, tetapi makan bergizi gratis yang diusahakan enak dan porsinya sesuai,” katanya.

Sudaryono menyebutkan saat ini sekitar 27 ribu dapur MBG telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia dan sebagian besar menjalankan tugasnya dengan baik. BGN akan terus melakukan pengawasan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan agar pelaksanaan program berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Kepala SDN Bantarjati 9 Kota Bogor Sugiartini mengatakan Program MBG membawa perubahan positif terhadap kebiasaan siswa di sekolahnya.

“Anak-anak sangat antusias. Yang biasanya tidak sarapan sekarang menjadi sarapan, yang tadinya tidak suka sayur sekarang menjadi suka. Alhamdulillah hampir setiap anak makan MBG dan hampir semuanya habis,” katanya.

Ia berharap kunjungan Kepala BGN dapat mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan MBG sekaligus menjadi perhatian pemerintah terhadap kebutuhan revitalisasi bangunan sekolah. (Pewarta : M Fikri Setiawan – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button