Pemkot Tansel Pake Metode Pengeboran Bawah Tanah Untuk Penataan Kabel di 9 Ruas Jalan
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, menyebutkan sejak 2022 hingga pertengahan 2026 penataan kabel di sembilan ruas jalan telah berhasil dilakukan menggunakan metode Horizontal Directional Drilling (HDD) yakni teknologi pengeboran bawah tanah tanpa galian terbuka.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Tangsel Robbi Cahyadi di Tangerang, Selasa, mengatakan ruas jalan yang telah dilakukan penataan meliputi Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan Benda, Jalan Serua Raya, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara, Jalan Menjangan Raya, Jalan Merpati Raya, serta sebagian koridor Jalan WR Supratman.
Sementara itu ruas jalan lainnya yang masih berada pada tahapan pembangunan jaringan HDPE, penarikan kabel ke saluran bawah tanah, pemutusan kabel udara secara bertahap, hingga survei perencanaan.
Robbi juga menjelaskan relokasi kabel utilitas merupakan pekerjaan yang kompleks karena melibatkan banyak operator telekomunikasi dengan kesiapan jaringan yang berbeda-beda.
“Relokasi kabel utilitas bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Sejak awal 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari perencanaan, pembangunan ducting, hingga proses pemindahan kabel milik masing-masing operator. Alhamdulillah, hasilnya mulai dapat dirasakan masyarakat,” ujar Robbi.
Ia menjelaskan APJATEL menunjuk kontraktor untuk membangun jaringan saluran bawah tanah (ducting). Setelah seluruh jaringan aktif dan dipastikan berfungsi normal, masing-masing operator melakukan migrasi jaringan sebelum kabel udara lama diputus secara bertahap. Seluruh pembangunan jaringan bawah tanah tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan APBD Kota Tangerang Selatan.
“Setiap operator memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu proses relokasi dilakukan secara bertahap agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” katanya.
Menurut Robbi, keberhasilan penataan utilitas di Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan APJATEL mampu menghadirkan perubahan nyata bagi wajah Kota Tangerang Selatan.
“Penataan utilitas bukan sekadar membuat jalan terlihat lebih indah. Yang jauh lebih penting adalah meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan Pemkot Tangsel akan terus melanjutkan penataan jaringan utilitas pada koridor-koridor jalan utama lainnya secara bertahap hingga jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah kota semakin tertata, aman, dan mendukung pembangunan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan.
Robbi berharap masyarakat dapat mendukung proses tersebut. Ia menyadari selama pekerjaan berlangsung sempat terjadi gangguan lalu lintas akibat pembangunan jaringan bawah tanah. Namun, menurutnya, manfaat jangka panjang yang dihasilkan akan jauh lebih besar bagi masyarakat.
“Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata,” kata Robbi.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan penataan jaringan kabel telekomunikasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan kota yang modern, tertata, sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.
“Penataan jaringan kabel telekomunikasi ini bukan hanya memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, dan mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Program ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap di berbagai koridor jalan utama di Tangsel agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Benyamin (Pewarta : Achmad Irfan – LKBN Antara)







