Ekonomi

Produk Gabah Kering Pungut di Lebak Capai 536.048 Ton Periode Januari – Juli

Produksi gabah kering pungut (GKP) di Kabupaten Lebak periode Januari sampai Juli 2026 mencapai sebanyak 536.048 ton dari hasil panen padi sawah sebanyak 519.832 ton dan padi gogo sebanyak 16.216 ton di 28 kecamatan di daerah ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Minggu, mengatakan produksi gabah hasil panen petani di daerah ini dapat mendukung program swasembada pangan berkelanjutan, karena bisa memenuhi ketersediaan pangan masyarakat, bahkan dipasok ke luar daerah.

‎Dari produksi gabah hasil panen sebesar 536.048 ton gabah kering pungut itu setara dengan beras sebanyak 281.458 ton.‎ Sedangkan kebutuhan konsumsi beras untuk masyarakat Kabupaten Lebak dengan penduduk 1,4 juta jiwa, rata-rata sebesar 154.253 ton per tahun atau 12.854 ton per bulan.

‎Dengan produksi beras sebanyak 281.458 ton itu telah terserap sampai Juli 89.981 ton, sehingga masih surplus 191.477 ton atau mencukupi untuk 14,9 bulan hingga 2027.

‎”Kami memastikan produksi beras di daerah ini relatif aman dan bisa memasok kebutuhan nasional,” katanya.

‎Menurut dia, petani di sejumlah lokasi di Kabupaten Lebak yang terdapat sumber air permukaan dipastikan memasuki musim panen hingga September mendatang saat musim kemarau.

‎Saat ini, petani ada juga melakukan gerakan tanam dengan sistem penggunaan pompa air dan menyedot air permukaan sungai dialirkan ke areal persawahan.

‎Selain itu juga petani gogo di lahan darat dilakukan penanaman dengan benih tahan terhadap kekeringan.

‎”Kami terus meningkat dengan Indeks Pertanaman (IP) tiga kali musim tanam dari sebelumnya 2,5 musim tanam dalam setahun,” kata Rahmat.

‎Rahmat mengatakan, pihaknya saat ini menjamin ketersediaan benih unggul, pupuk, pestisida, perbaikan irigasi dan jalan usaha tani dapat mendongkrak produksi pangan dan peningkatan ekonomi petani.

‎Selain itu, juga didukung bantuan peralatan pertanian (alsintan), seperti pompa, penggilingan padi, traktor dan kendaraan combine harvester.

‎”Kami berharap produksi pangan bisa terjaga guna mendukung program swasembada pangan dan peningkatan ekonomi petani,” katanya menjelaskan.

‎Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan pihaknya saat ini setelah panen raya seluas 150 hektare akan kembali melakukan gerakan penanaman dengan sistem pompanisasi.

‎”Kita di sini bisa mencapai IP 3 kali dengan menggunakan pompa air dengan menyedot air permukaan Sungai Ciujung, sehingga bisa menghasilkan produksi pangan saat kemarau,” katanya menjelaskan. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)

Iman NR

Back to top button