Prof Ardiansyah: Unma Harus Jadi Mercusuar Masyarakat Banten

Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten bukan milik yayasan keluarga, tapi lahir dari masyarakat. Sehingga ketika kampusnya berkembang maka masyarakatnya pun turut berkembang. Karenanya, Unma tidak ingin menjadi menara gading tapi harus menjadi mercusuar bagi kemajuan masyarakat Banten.
Keingingan jadi mercusuar tersebut dikatakan Rektor Unma Banten, Prof Andriansyah pada kegiatan Capacity Building Kepala Desa, Festival Durian dan Bazar UMKM yang digelar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unma Banten di Gedung Serba Guna (GSG) kampus tersebut, Kamis (24/9/2026).
Pada kegiatan yang dihadiri para kepala desa se-Kabupaten Pandeglang dan Lebak itu, Andriansyah juga mengapresiasi Program Satu Desa Satu Sarjana yang diluncurkan Pemprov Banten. Namun ia meminta program dikembangkan menjadi program satu desa lima sarjana. Karena dengan demikian, akan semakin banyak masyarakat Banten yang bisa mengenyam pendidikan tinggi.
“Kami pun mengajak dan membuka pintu selebar-lebarnya kepada para kepala desa dan semua semua masyarakat yang ingin menimba ilmu di Unma, melalui berbagai program.
Sementara itu, Wabup Pandeglang, Iing Andri Supriadi mengatakan, yang paling penting dalam kegiatan ini, bukan soal peningkatan kapasitas tapi terjalinnya silaturahmi antara warga Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Dikatakan Iing, saat pembentukan Provinsi Banten, yang dijual adalah kemiskinan warga Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Namun, saat menjadi provinsi sempat termarjinalkan.
“Baru pada periode sekarang ini, Kabupaten Lebak dan Pandeglang mendapat perhatian khusus. Karena jika Pandeglang dan Lebak masih tertinggal, maka Banten akan tetap menjadi provinsi tertinggal,” tandasnya.
Iing juga mengapresiasi Unma Banten yang selalu konsen dalam pengembangan SDM Provinsi Banten, khususnya warga Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah mengungkapkan, Provinsi Banten terbentuk, bermula dari spirit warga Kabupaten Pandeglang dan Lebak yang ingin maju. Setelah Banten menjadi provinsiz dibanding dulu, jauh lebih maju. Infrastruktur membaik, pendidikan dan perguruan tinggi semakin banyak dan maju.
“Kegiatan capacity building ini, tepat digelar di sini, karena memang sejarah panjang Banten yang dimulai dari desa. Karena, desa maju, Indonesia maju. Jadi memang pembangunan harus dimulai dari desa,” tukasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Gunawan Rusminto mengungkapkan, pada tahun 2025 tingkat partisipasi masyarakat desa yang kuliah masih rendah karena prodi yang dibiayai pemprov, hanya satu, yakni teknologi pangan. Untuk itu, sekarang dibuka untuk semua prodi, yang tujuannya agar animo masyarakat desa untuk kuliah terus meningkat.
“Kegiatan capacity building ini, sangat baik dan semoga kegiatan ini, berdampak positif bagi kemajuan Banten,” katanya.
Dalam kegiatan ini, selain dihadiri ratusan kepala desa serta Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Kepala DPMD Banten, Gunawan Rusminto, juga tampak hadir, Kepala DPMPD Pandeglang, Taufik Muslim, Kadis Pertanian Lebak, Rahmat Yuniar, beberapa kepala OPD atau yang mewakili baik dari Pemprov Banten, Pemkab Lebak maupun Pandeglang. (Nana Amdan)






