Edukasi

IKPP Serang Gandeng BSD Soal Pengelolaan Sampah

Unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas melalui PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Serang Mills, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Bank Sampah Digital (BSD) tentang Kemitraan Pengelolaan Bank Sampah.

Hal itu dilakukan dalam upaya mendukung pemerintah dalam pengurangan sampah khususnya di Kabupaten Serang.

Penandatanganan tersebut dilakukan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang. Rabu (30/11/2022).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Prauri menuturkan, bahwa saat ini volume sampah di kabupaten Serang mencapai 800 sampai 1.000 ton dalam sehari. Sedangkan yang baru tertangani hanya 300 ton sehari.

Sebab itu, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya kerjasama antara PT. IKPP Serang dengan Bank Sampah Digital.

Kerjasama tersebut, lanjut Prauri, mampu meminimalisir sampah yang ada di Kabupaten Serang.

“Kami sangat terbantu dengan adanya kerjasama dengan PT IKPP Serang dan Bank Sampah Digital. Sehingga ke depan bisa berkelanjutan, dapat mengurangi sampah di wilayah Kabupaten Serang,” harapnya.

Humas IKPP Serang, Dani Kusumah mengatakan, kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga jika dikelola dengan baik sebenarnya dapat memiliki nilai ekonomi yang potensial.

Seperti pemilihan jenis sampah kertas yang ternyata laku dijual ke perusahaan sebagai bahan baku industri.

“Kegiatan ini merupakan dukungan kami kepada pemerintah untuk turut mensosialisasi dan mengkampanyekan program bank sampah ke sekolah-sekolah dan ke masyarakat tentang potensi pengelolaan sampah, khusus sampah kertas,” ujar Dani Kusumah

Sementara itu CEO Bank Sampah Digital Desty Eka Putri Sari mengatakan dengan  kerjasama ini Bank Sampah Digital bisa menjual langsung bahan baku waste paper atau Kertas Daur Ulang (KDU) seperti kardus maupun kertas ke Indah Kiat.

“Kami mendapatkan fasilitas kendaraan untuk pengangkutan ke PT IKPP. Sehingga kami memiliki kesempatan mendapat nilai rupiah lebih besar. Ini menjadi penting bagi kita, perlu upaya kolaboratif dibutuhkan untuk keberlanjutan,” ungkap Desty.

Desty mengaku, Bank Sampah Digital sejauh ini baru dapat menyetor sampah jenis kertas atau kardus sekitar 3 sampai 5 ton per bulan. Sedangkan kebutuhan PT IKPP Serang untuk memenuhi bahan baku waste paper mencapai 4.000 ton dalam sehari.

“Skala bank sampah saat ini masih pemilihan sampah di rumah, beda dengan suplier. Tapi ini tantangan bagi kami, untuk meningkatkan volume karena akses sudah dibuka oleh PT IKPP Serang. Mudah-mudahan makin banyak yang membuka titik bank sampah, ini kesempatan sangat baik,” tutupnya.

(Aden Hasanudin / Editor: Abdul Hadi)

SELENGKAPNYA
Back to top button