Sukseskan Program Poldik, Kapolsek Pamarayan jadi Pembina Upacara Bendera di SMPN 1
Menindaklanjuti instruksi Kapolres Serang AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi dalam menyukseskan Program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik) Kapolda Banten, Kapolsek Pamarayan AKP Yusuf Ependi menjadi pembina upacara bendera di SMP Negeri 1 Pamarayan, Kabupaten Serang, Senin, 26 Oktober 2026.
Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, AKP Yusuf Ependi menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para siswa, mulai dari pencegahan kenakalan remaja, bahaya penyalahgunaan narkoba, perundungan atau bullying, hingga judi online. Ia mengajak para pelajar agar memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan potensi diri, serta meraih prestasi yang membanggakan.
“Usia SMP merupakan masa emas untuk belajar dan mengukir prestasi. Namun, pada masa ini juga terdapat banyak tantangan yang harus dihadapi. Karena itu, adik-adik harus mampu menjaga diri, memilih pergaulan yang baik, dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merugikan masa depan,” ujar Yusuf Ependi.
Kapolsek juga mengingatkan para siswa agar tidak terlibat dalam aksi tawuran antarpelajar. Menurutnya, tawuran bukanlah bentuk solidaritas ataupun cara untuk menunjukkan keberanian, melainkan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan dan berujung pada persoalan hukum. Dampaknya tidak hanya berupa luka-luka, tetapi juga dapat merusak masa depan serta membuat orang tua bersedih.
“Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan kakak kelas, alumni, maupun siswa dari sekolah lain, termasuk melalui media sosial. Jika melihat adanya indikasi perselisihan atau rencana tawuran, segera laporkan kepada guru atau pihak kepolisian. Setelah pulang sekolah, sebaiknya langsung ke rumah dan hindari nongkrong di tempat yang tidak jelas,” tegasnya.
Selain tawuran, Kapolsek mengajak seluruh siswa untuk menghentikan segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah. Ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik seperti memukul dan menendang, tetapi juga dapat berbentuk ejekan, penghinaan, pengucilan, hingga serangan melalui media sosial atau cyberbullying.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Jangan merendahkan teman, mengejek nama orang tua, atau mengucilkan seseorang karena perbedaan. Jika melihat teman menjadi korban bullying, jangan hanya diam atau menjadi penonton. Berikan dukungan dan segera laporkan kepada guru agar bisa ditangani,” katanya.
Kapolsek juga mengingatkan para pelajar mengenai bahaya judi online yang kerap dikemas menyerupai permainan di telepon genggam dengan iming-iming mendapatkan uang secara mudah. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut dapat menimbulkan kecanduan, mendorong perilaku konsumtif, bahkan memicu tindakan negatif seperti mencuri uang orang tua, menjual barang pribadi, dan terjerat utang.
“Jangan tergiur dengan janji mendapatkan uang secara instan melalui judi online. Gunakan gadget dan internet untuk belajar, mencari pengetahuan, serta melakukan kegiatan yang produktif. Jangan sampai kebiasaan bermain judi online menghancurkan pendidikan dan masa depan kalian,” imbau Kapolsek.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Yusuf Ependi juga mengingatkan para siswa agar menjauhi narkoba serta tidak mencoba-coba barang terlarang tersebut karena pengaruh teman sebaya maupun rasa ingin tahu. Ia meminta para pelajar membangun pergaulan yang sehat, berani menolak ajakan negatif, serta menjadikan keluarga dan guru sebagai tempat meminta nasihat ketika menghadapi persoalan.
“Melalui kegiatan upacara bendera tersebut, kami berharap para siswa SMP Negeri 1 Pamarayan semakin memahami pentingnya disiplin, saling menghormati, dan menjaga perilaku, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” tandasnya. (Yono)









