MTQ Banten Digelar di Masjid Raya Al Bantani 16-19 April 2018

Foto: Sofi Mahalali

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Banten akan digelar di Masjid Raya Al Bantani, KP3B, Kota Serang pada tanggal 16-19 April 2018. Pembukaan direncanakan pada pukul 19.30 WIB.

Ketua Ex officio MTQ Provinsi Banten, Ranta Soeharta mengatakan, kegiatan MTQ kali ini dilaksanakan secara sederhana, tidak ada pawai ta’aruf. Namun MTQ ini akan diwarnai dengan pameran hasil dari usaha kecil menengah di Banten dengan tema islami.

“Para Bupati dan Walikota menanyakan kenapa tidak ada pawai taaruf. Ya walaupun biayanya dari tiap kabupaten dan kota, namun kita menginginkan sunyi, senyap. Tapi hasilnya maksimal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian MTQ Provinsi Banten, Prof Syibli Syarjaya mengatakan, kegiatan yang sederhana ini lantaran pihaknya ingin lebih fokus terhadap kegiatan MTQ, bukan sekadar bersifat seremonial. Namun cabang dan golongan perlombaan tidak ada yang dikurangi.

Baca: Ponpes Malnu Pusat Menes Gelar Menangkal Paham Radikalisme

“Ada 8 cabang dan 25 golongan dalam perlombaan. Sehingga peserta kabupaten dan kota, kalau mengirim full itu sekitar 58 orang. Tetapi hingga Senin kemarin, jumlah peserta terdaftar 444 orang, seharusnya 465 orang. Ini hasil keputusan dalam technical meeting kami,” ujarnya.

Dia membeberkan, ada 20 kuota peserta yang tidak terisi. Hal itu disebabkan karena Kota Cilegon kurang 8 peserta, Kabupaten Lebak kurang 6 peserta, Kota Serang kuramng 5 peserta, dan Kota Tanggerang kurang 1 peserta. Terdapat 12 tempat di sekitar KP3B, dan 1 tempat di di luar KP3B. “Kita fokus kepada pelaksanaan, agar menghasilkan juara-juara yang akan mampu bertanding di tingkat nasional,” ucapnya.

Peserta MTQ Provinsi Banten harus 100 persen penduduk Banten dengan menunjukan kartu tanda penduduk (KTP). “Kita gak main-main, karena kita akan repot ketika ke tingkat nasional apabila harus mengambil peserta dari warga luar Provinsi Banten,” jelasnya.

Karena itu, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Banten meminta kepada juri agar obyektif dan profesional dalam memberikan penilaian.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Eksoffisio MTQ Provinsi Banten, Prof Sholeh Hidayat berpendapat, kegiatan ini merupakan sebuah ikhtiar untuk menghilangkan istilah peserta copotan, manipulasi usia dan sebagainya. “Jadi dari waktu kita ingin fair play, siapa yang menjadi peserta dari setiap kabupaten atau kota. Kalau kita memulai dengan sebuah kepastian, maka kkedepannya kita akan bersaing dengan sehat kedepannya,” ujarnya.

MTQ kali ini mengusung tema mengaktualisasi nilai Al-Quran, Banten yang bebas buata aksara, berkarakter dan berakhlakul mulia. Prof Sholeh Hidayat mengajak masyarakat untuk hadir pada kegiatan selama tiga hari dan meramaikan perhelatan MTQ.  (Sofi Mahalali)

Berita Terkait