KhazanahMozaik

Perjuangkan Haji, Yandri Ngaku Bakal Gandeng Mentri Datangi Arab Saudi

Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Yandri Susanto mengaku bakal melobi Pemerintah Arab Saudi, upaya itu dilakukan agar Indonesia bisa mendapatkan kuota jemaah pada pelaksanaan haji tahun 2022.

Hal ini disampaikan Yandri seusai menghadiri acara diseminasi terkait Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji tahun 2021 di Hotel Horison, Kota Serang, Selasa (19/10/2021).

“Saya bersama para Menteri, baik Kemanag maupun Kemenkes akan berkunjung ke Arab Saudi pada 25 Oktober ini,” ucap Yandri.

Yandri mengatakan, kedatangannya tersebut, dalam upaya membangun kedekatan agar kuota jamaah asal Indonesia bisa dibuka kembali, sehingga tahun 2022 mendatang tidak ada lagi penundaan keberangkatan jemaah.

“Jadi untuk membahas kesiapan lebih matang dan terencana, terutama kuata jamaah haji. Bahwa Indonesia sudah siap dari sisi kesehatan,” ungkapnya.

Yandri mengungkapkan, pihaknya juga akan  komunikasikan dengan kerajaan Arab Saudi terkait barcode vaksin Indonesia yang belum terbaca oleh sistem di Arab Saudi.

“Ini jadi masalah besar kalau tahun 2022 di musim haji, maka kita mendorong agar vaksinasi ini selaras,” katanya.

Terkait pemberangkatan haji di tahun 2022, Yandri mengatakan, hal ini bakal tergantung pada perkembangan pandemi di Indonesia. Maka pihaknya mendorong agar vaksinasi di Indonesia dipercepat.

“Kementerian kesehatan kami dorong agar vaksinasi harus minimal 70 persen,” katanya.

Sementara, Walikota Serang, Syafrudin berharap, pada tahun 2022 jamaah dari Indonesia, khususnya warga di Kota Serang bisa berangkat ke tanah suci di Arab Saudi. 

Karena, kata dia, pada tahun 2019 dan 2020 kemarin ada penundaan pemberangkatan haji. Hal ini dikarenakan ada wabah pandemi Covid-19. 

“Mudah-mudahan tahun 2022 bisa berangkat,” kata Syafrudin.

Kata Syafrudin, meski keinginannya demikian, pihaknya menyadari bahwa keberangkatan haji ini tergantung restu dari Negara Arab Saudi.

Terlebih, persyaratan bagi warga yang akan menunaikan ibadah haji pun saat ini lebih rumit. Karena, keadaan pandemi Covid-19, soal kesehatan pun menjadi catatan yang harus diutamakan.

“Terutama vaksinasi, test antigen, dan lainnya merupakan persyaratan penting,” tutupnya. (Reporter : Hendra Hermawan / Editor : Sofi Mahalali)

Iman NR

Back to top button