Ekonomi

Ancaman Resesi, Bank bjb : Likuiditas Masih Terkendala

Resesi ekonomi yang mengancam Indonesia saat ini, ternyata tidak mengganggu pertumbuhan kredit perbankan.

Apalagi, diperkirakan masih meningkat secara bertahap seiring dengan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Kendati demikian, perekonomian dalam negeri dibayangi risiko global.

Saat inipun, seluruh Perbankan sedang memproyeksi likuiditas perbankan tetap terjaga di tahun 2022, meski ancaman resesi ekonomi mengintai banyak negara.

Tetapi, hal tersebut didukung oleh stabilnya suku bunga di beberapa bank sentral global, seperti Bank Sentral Eropa, Bank Sentral China, dan Bank Sentral Jepang.

Bahkan, Bank Sentral AS, The Fed, diperkirakan juga tidak akan melakukan penurunan suku bunga diprediksi pada 12-18 bulan ke depan.

Rendahnya suku bunga global inipun, membuat investor akan mencari suku bunga tinggi untuk memarkirkan dananya, termasuk di Indonesia.

Dana tersebut akan masuk ke pasar obligasi seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Utang Negara (SUN).

Sebab itu, Grup Head Hubungan Masyarakat, KCK BJB Banten, Sony Permana, mengakui resesi ekonomi kedepan BJB tidaklah khawatir, karena likuiditas masih tetap terkendali.

“Kita sendiri tetap mempertahankan sisi mediator maupun investor. Meskipun saat ini suku bunga tinggi tidaklah mengkhawatirkan, karena penyerapan dana juga tinggi,” ungkap Sony kepada wartawan, Rabu (7/11/2022).

Walaupun begitu, Sony juga menegaskan, BJB akan tetap melakukan strategi yang menyeimbangkan sehingga likuiditas tetap terjaga.

“Sampai saat ini MPL kita sudah di level 1 terjaga dengan baik. Karena di tahun 2022 BJB tumbuh secara baik di semester dua. Bahkan kemarin di triwulan III, kita semua tumbuh dari sisi pengkreditan,” jelasnya.

Sehingga, masih kata Sony, tahun 2023 tidak takut dengan resesi ekonomi, karena melihat sisi sektor mana yang bisa dilakukan fenetrasi.

“Kita mencari yang berpeluang terhadap likuiditas dan pertumbuhan secara membaik. Inipun akan tetap ada seleksi,” tuturnya.

Likuiditas adalah tingkat efektivitas atau kemudahan sebuah aset untuk dapat diubah menjadi uang tanpa mempengaruhi harga pasarnya.

Semakin likuid (cair) suatu aset, maka semakin mudah untuk diuangkan kapan pun kamu membutuhkannya.

(Aden Hasanudin / Editor: Abdul Hadi)

SELENGKAPNYA
Back to top button