Andra: Kesetiakawanan Sosial Mencegah Munculnya Ibu Yulie Yang Lain

Tragedi memilukan yang menimpa keluarga Ibu Yuli, suami dan empat orang anaknya harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Agar tidak ada ‘Ibu Yulie’ lainnya, tidak ada lagi yang miskin semakin miskin bahkan yang rawan miskin menjadi miskin.

“Kesetiakawanan sosial, gotong-royong dan kita tahu semua orang saat ini sedang sulit, tapi tingkatan kesulitannya berbeda-beda setiap orang. Kita harus bantu yang paling sulit,” kata Ketua DPRD Banten, Andra Soni, Kamis (23/4/2020).

Andra mengajak siapapun, dari golongan manapun dan pakaian apapun meningkatkan gerakan sosial dilingkungan tempat tinggalnya. Karena tidak menutup kemungkinan ada warga yang tidak terdata pemerintah untuk menerima bantuan dampak virus Corona.

Karena saat ini, tugas semua lapisan masyarakat untuk bahu membahu meringankan beban orang lain yang membutuhkan bantuan. “Alangkah baiknya ada lumbung pangan disetiap RT, kelurahan atau kecamatan,” katanya.

Gotong Royong

“Kalau saya menyebutnya gotong-royong. Setidaknya yang memiliki kelebihan di tiap RT bisa membantu 10 rumah di kanannya, di kirinya, di depannya, dibelakangnya,” ujarnya.

Menurut catatan Rohman Setiawan, salah satu relawan Banten yang juga pernah membantu almarhumah Ibu Yulie. Dia mengatakan, saat ini kehidupan semakin sulit ditengah pandemi Corona.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, saat memberikan bantuan, dia melihat banyak warga yang tadinya bisa makan sehari tiga kali menjadi dua kali. Bahkan ada yang tadinya hanya mampu makan dua kali sehari, menjadi satu kali makan dalam sehari.

“Yang tadinya makan sekali sehari, bisa jadi tidak bisa makan dalam seminggu. Hal tersebut membutuhkan kemauan bersama, saling rangkul, saling sapa, saling bantu dan saling menguatkan,” kata Rochman Setiawan, Koordinator Relawan Sehati.

Berharap Pemerintah

Dia berharap, pemerintah kabupaten, kota, provinsi, memperhatikan ketahanan pangan di masing-masing. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang kelaparan.

“Lumbung pangan dan kemandirian pangan menjadi kunci agar tidak ada lagi Ibu Yulie lainnya yang tidak makan selama dua hari dan harus meminum air galon selama dua hari, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin, 20 April 2020 sekitar pukul 15.00 wib,” katanya.

Pemerintah jangan malu menggaet relawan dan komunitas lainnya, untuk bersama-sama menangani masyarakat yang ekonomi dan sosialnya terdampak karena Corona. Sehingga bisa saling menutupi kekurangan dan permasalahan.

Penguatan petani agar terus menghasilkan padi dan beras, penguatan nelayan agar dapat menangkap ikan yang gizinya bagus untuk daya tubuh, pertanian sayur mayur dan buah-buahan, hingga sektor UMKM harus terus dipertahankan dan dikembangkan untuk ketahanan pangan dan ekonomi tetap berputar. (Yandhi Deslatama)

Yandhi Deslatama

Berita Terkait