Arab Izinkan Penerbangan UEA Ke Israel, Tak Ubah Sikap Ke Palestina

Pangeran Faisal bin Farhan. (Foto: ArabNews.Com)

Posisi Arab Saudi pada perjuangan Palestina tidak akan berubah setelah Kerajaan memberikan izin untuk semua penerbangan antara UEA dan negara lain untuk melakukan perjalanan melalui wilayah udara Saudi, kata menteri luar negeri pada hari Rabu.

Kebijakan penerbangan yang diubah mengikuti permintaan dari Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA kepada Otoritas Umum Penerbangan Sipil Saudi.

“Posisi tegas Kerajaan terhadap perjuangan Palestina dan rakyat Palestina tidak akan berubah dengan mengizinkan penerbangan ke dan dari UEA melewati wilayah udara Saudi,” kata Pangeran Faisal bin Farhan. “Kerajaan menghargai semua upaya untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi sesuai dengan Prakarsa Perdamaian Arab.”

Analis politik Saudi Dr. Hamdan Al-Shehri mengatakan kepada Arab News bahwa Kerajaan tahu bagaimana memisahkan kedua masalah tersebut. “Ya, kami mengizinkan penerbangan, tapi itu tidak berarti kami melepaskan tujuan awal kami,” katanya.

Baca:

“Bahasa dari mereka yang memiliki posisi mapan adalah fleksibilitas, yang tidak berarti melepaskan hak atau inisiatif yang adil dan adil. Sikap kami dalam kasus ini sangat jelas dan tidak akan berubah. “

UEA dan Israel menormalisasi hubungan dalam kesepakatan bulan lalu. Delegasi gabungan Israel-AS melakukan perjalanan dari Tel Aviv ke Abu Dhabi pada hari Senin dan kembali pada hari Selasa.

Sebelumnya, Arab Saudi menegaskan sikapnya bahwa akan mematuhi Rencana Perdamaian Arab tahun 2020 dalam hubungannya dengan Israel. Perdamaian harus dicapai dengan Palestina mendirikan negara sendiri (Baca: Arab Saudi Tetap Berpegang Rencana Perdamaian 2002).

“Setelah itu tercapai, semua hal menjadi mungkin,” kata Pangeran Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi seperti yang dikutip MediaBanten.Com dari ArabNews.Com, Kamis (20/8/2020).

Meneteri Luar Negeri Kerajaan itu mengingatkan, negaranya mensposori Rencana Perdamaian Arab tahun 2020. “Kami sepenuhnya membayangkan bahwa pada akhirnya akan ada hubungan antara semua negara Arab, termasuk Arab Saudi, dan Israel jika syarat dalan rencana tersebut terpenuhi.

“Arab Saudi tetap berkomitmen pada perdamaian sebagai opsi strategis berdasarkan Rencana Perdamaian Arab dan resolusi internasional yang relevan yang memungkinkan rakyat Palestina untuk mendirikan negara mereka sendiri dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya,” ujarnya.

UEA dan Israel pekan lalu menjalin hubungan diplomatik untuk pertama kalinya. Perjanjian yang ditengahi oleh AS. Israel juga menangguhkan rencana untuk mencaplok Tepi Barat yang diduduki. (*)

Artikel ini bersumber dari ArabNews.Com. Lihat halaman aslinya; KLIK DI SINI.

Next Post

IWAPI Diminta Bantu Pemulihan Ekonomi di Banten

Kam Sep 3 , 2020
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy minta Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) membantu pemerintah daerah di Banten melakukan pemulihan atau recovery perekonomian akibat terdampak pandemi Covid 19. Demikian dikemukakan Wagub Banten, Andika Hazrumy saat membuka Musyawarah Daerah I DPD Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Banten di Hotel Ratu Ultima Horison Kota […]
Pangeran Faisal bin Farhan. (Foto: ArabNews.Com)