Bupati Serang Jelaskan Soal SDN Sadah yang Tergusur Pemkab

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah memberikan penjelasan soal gedung SDN Sadah yang dikunjungi Wahidin Halim, Gubernur Banten secara mendadak setelah upacara HUT Korpri, Kamis (29/11/2017).

Dalam rilis yang dikirim Subag Peliputan dan Dokumentasi Pemprov Banten disebutkan, SDN Sadah tidak memiliki gedung dan menumpang gedung yang tak jauh dari lokasi awal setelah sdn itu digusur Pemkab Serang. Gedung SDN yang berlokasi di Kaserangan, Kecamatan Ciruas untuk kepentingan pembangunan pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Serang.

Berikut penjelasan Bupati Serang melalui halaman Facebooknya, Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE, M.Ak. Penjelasan itu dikutip utuh MediaBanten.Com.

“Sebelum Bapak Gubernur Banten mengunjungi sekolah ini, saya selaku Bupati Serang sudah lebih dulu memantau dan melihat situasi yang dialami para siswa. Dan saya sudah perintahkan untuk segera membangun sekolah yang baru karena saat ini mereka menumpang di sekolah madrasah diniyah akibat sekolah mereka terkena imbas proses pembangunan pusat pemerintahan di Desa Kaserangan. Saat itu, masyarakat menolak jika harus pindah ke sekolah yang terdekat.

Sekali lagi kami tidak diam, dan sekolah madrasah itu bukan bekas kandang kerbau setelah staf saya mempertanyakan kepada Kades Kaserangan. Sementara beberapa media mengatakan itu bekas kandang kerbau, menurut statment yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Anggaran pengadaan lahan di 2017 sudah ada di DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kami sudah laksanakan proses pengadaan lahan dengan langkah dan prosedur normatif dimulai dari pembentukan panitia, pengukuran lahan, penaksiran harga oleh Tim Apraisal, konsultasi dengan TP4D Kejari Serang, rembugan dengan pemilik lahan untuk penentuan kesepakatan harga.

Ada kendala dalam proses pembangunan sekolah yang baru. Lahan yang dituju untuk dibebaskan sudah mendapatkan kajian tim appraisal dengan target yang dibebaskan seluas 4.447 meter persegi. Anggaran yang disiapkan sekira Rp1.064.119.500. Namun ternyata pemilik lahan menawarkan dengan harga tinggi, sekira Rp500.000 per meter persegi, sementara tim appraisal sudah menetapkan dengan nilai tertinggi sekira Rp255.000 meter persegi. Akhirnya pembebasan lahan batal tahun ini.

Untuk proses pembangunan (jika lahan berjalan mulus), Dinas Permukiman telah siap dengan perencanaan dan penganggaran pembangunannya di 2018 ini. Mohon doa..

Setelah mendapatkan respons negatif dari media massa dan media sosial. Saya selaku Bupati harus menangani dengan cepat dan efektif. Kami akan lakukan segera, para siswa SDN Sadah harus dipindahkan ke sekolah terdekat. Untuk transportasi, dinas terkait bisa menyediakan kendaraan untuk antar jemput para siswa. Masyarakat yang sebelumnya menolak siswa dipindahkan, mohon menerima sampai sekolah yang baru dibangun.

Terima Kasih…

 

Berita Terkait