Danjen Akademi TNI Tinjau Kegiatan Latsitardanus XXXVIII 2018 di Serang

Featured Video Play Icon

Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI,  Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, didampingi Komandan Mentarlat Latsitardanus XXXVIII/2018, Kolonel Marinir Umar Farouq meninjau kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XXXVIII/2018 di Yontarlat-3/Elang tepatnya di Kompi 1 Kelurahan Nagara Padang, Kecamatan Petir, Serang, Jumat (27/4/2018).

Kedatangan pimpinan tertinggi Akademi TNI ini disambut Komandan Yontarlat-3/Elang Letkol (Pnb) M. Pandu, Dandim 0602/Serang Letkol Inf Hari Pratomo, Camat Petir Muhamad Agus, Lurah Nagara Padang Toton Efendi beserta tokoh masyarakat setempat di Posko Yontarlat-3/Elang. Di Kelurahan Nagara Padang ini, para Taruna yang berada dibawah Yontarlat-3/Elang melaksanakan karya bhakti berupa pengaspalan jalan sepanjang 100 meter, pengecatan masjid, perbaikan madrasah dan mushola.

Usai menerima paparan tentang kegiatan yang dilaksanakan para Taruna di bawah Yontarlat-3/Elang di Kelurahan Nagara Padang, Danjen Akademi TNI bersama Komandan Mentarlat Latsitardanus XXXVIII/2018 selanjutnya meninjau kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan oleh Kompi 4 Yontarlat-3/Elang yang dipusatkan di Kelurahan Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang. Kedatangan Danjen Akademi TNI ini diterima oleh Camat Tunjung Teja H. Tarkul Wasyit dan Kepala Desa Tunjung Teja Endang.

Kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan di lokasi ini yaitu pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 5 unit serta melaksanakan kerja bhakti bersama masyarakat setempat. Pada kesempatan ini Danjen Akademi TNI meninjau pekerjaan pembangunan rumah tidak layak huni milik ibu Arsah dan ibu Parsah yang hampir selesai dikerjakan. Selain itu juga mengunjungi rumah ibu Iwa, salah satu rumah orang tua asuh dimana para Taruna/Taruni menginap selama pelaksanaan Latsitardanus. Sebanyak 49 Taruna dan Taruni dari tiga Akademi Angkatan, Akpol, IPDN dan mahasiswa melaksanakan karya bhakti di lokasi ini. Pada kesempatan ini Danjen Akademi TNI memberikan bingkisan sebagai tali asih kepada orang tua asuh Taruna.

Baca: Latsitarda Nusantara 2018 Digelar 5 Kabupaten dan Kota di Banten

Dikatakan Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara ini diikuti oleh para taruna tingkat 4 dari Akademi TNI, Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, Akademi Kepolisian, dan Praja IPDN. Adapun jumlah prajurit yang menginguti, yakni sebanyak 725 orang dari 4 angkatan, ditambah 100 rang dari IPDN dan mahasiswa.

“Kegiatan ini merupakan pelatihan Latsitardanus bagi taruna tungkat 4 sebelum mereka lulus pada bulan juli sebagai perwira remaja. Tentunya akan berintegrasi dan berinterksi dengan masyarakat,” katanya.

Danjen Akademi TNI Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji menilai Integrasi ini penting sekali, karena integrasi selama taruna hanya memiliki waktu 3 bulan di magelang, dan sebelum lulus saat ini mereka latihan integrasi kembali. Selain itu, para taruna akan belajar tentang antropologi wilayah, hal itu dilakukan mengingat kondisi Bangsa Indonesia ini memili suku dan budaya yang beragam.

“Diharapkan saat tugas mereka memiliki satu keikatan. Baik ikatan hubungan kerja, ikatan kedinasan, sehingga memiliki hubungan yang harmonis,” ujarnya.

Selain itu, mengenai lokasi pelatihan ditempatkan di Banten Danjen Akademi TNI mengatakan, merupakan hasil dari beberapa pertimbangan, dan ketika banten dipilih lantaran Banten belum pernah dijadikan sebagai lokasi kegiatan, memiliki lokasi yang kondusif, memiliki cagar alam dan budaya, masyarakat yang heterogen serta wilayah Banten yang lokasinya dekat.

Menurut Danjen Akademi TNI Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, selain pekerjaan fisik seperti perbaikan jalan, bedah rumah dan lain sebagainya, para Taruna juga belajar bersosialisasi dan melakukan kegiatan sosial di masyarakat setempat seperti melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat yang bekerja sama dengan Kepolisian Daerah dan Aparat BNN yaitu memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba, serta penyuluhan bela negara dan cinta tanah air dan kedisiplinan kepada siswa-siswa sekolah di daerah setempat.

“Harapannya kedepan yaitu dengan adanya kegiatan ini antara masyarakat, TNI, Polri dan komponen bangsa lainnya bersatu”, kata Danjen Akademi TNI itu. (Sofi Mahalali/Papen Latsitardanus XXXVIII/2018)

Berita Terkait