Dinkes Kab Tangerang: Kasus ISPA Capai 43.000 Kasus, Warga Diminta Pake Masker
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten mencatat lonjakan luar biasa kasus ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut dengan jumah 43.000 kasus selala perioden Juli hingga Agustus 2026.
Karena itu Dinkes Kabupaten Tangerang mengimbau kepada masyarakat, khusus kaum rentan di daerah tersebut untuk menggunakan masker ketika di luar ruang guna meminimalisir lonjakan kasus ISPA.
“Jika keluar rumah atau beraktivitas di luar rumah, sebaiknya menggunakan masker,” kata Kepala Dinas Dinkes Hendra Tarmizi di Tangerang, Senin.
Ia menjelaskan masyarakat perlu menjaga imunitas dan kesehatan tubuh bagi masyarakat di tengah kemarau panjang akibat fenomena El Nino Godzilla. Pasalnya, tercatat 43.000 kasus baru ISPA di daerah itu ditemukan selama periode Juli hingga Agustus 2026.
“Berdasarkan data Dinas Kesehatan, rincian kasus baru tersebut meliputi 18.000 kasus yang tercatat pada Juli, kemudian melonjak signifikan menjadi 25.000 kasus pada Agustus 2026,” paparnya.
Hendra menyebut fenomena El Nino saat ini berpotensi menyebabkan peningkatan suhu udara, berkurangnya curah hujan, serta masifnya debu di udara.
Kondisi lingkungan yang kering tersebut, lanjut dia, membuat virus lebih mudah terbawa angin sehingga memicu gangguan pernapasan bagi masyarakat.
Adapun kelompok masyarakat yang paling rentan terserang ISPA, kata dia, meliputi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.
“Gejala umum yang dirasakan penderita antara lain demam, batuk, pilek, badan terasa sakit, hingga pusing,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi agar tidak berlanjut ke tahap yang lebih parah, Dinkes Kabupaten Tangerang langsung bergerak cepat memberikan pengobatan intensif.
“Pihak kesehatan telah melakukan pengobatan intensif untuk mencegah perburukan menjadi bronkopneumonia atau radang paru,” kata Hendra Tarmizi. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)










