Dinkes Lebak Catat 920 Penderita DBD Selama Januari – September
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak mencatat jumlah penderita DBD atau demam berdarah dengue di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten sebanyak 920 orang dalam kurun Januari-September 2026.
”Semua penderita DBD ditangani tenaga medis baik puskesmas maupun rumah sakit,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Endang Komarudin di Lebak, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Lebak minta masyarakat agar mewaspadai penyebaran kasus DBD, terlebih beberapa hari terakhir curah hujan mulai meningkat, terutama pada sore hari.
Masyarakat dapat mengoptimalkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Menutup, Mengubur dan Menguras ( 3M) guna memutus mata rantai penyebaran DBD.
”Kami meyakini jika jentik nyamuk DBD mati, maka bisa memutus mata rantai penyakit yang ditularkan nyamuk itu,” kata Endang.
Ia mengatakan, jika mengalami suhu demam tinggi selama tiga hari juga timbul kulit bintik-bintik merah, maka segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Selama ini, kata Endang, pihaknya mengapresiasi kasus DBD belum menerima laporan korban jiwa.
Saat ini, kata dia, jumlah kasus DBD sebanyak 920 orang itu, terbanyak di wilayah Puskesmas Rangkasbitung 127 orang, Puskesmas Kalanganyar 70 orang dan Puskesmas Mandala 56 orang.
”Kami minta masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan guna pencegahan kasus DBD,” katanya menjelaskan.
Sementara itu, Camat Rangkasbitung Kabupaten Lebak Zakaria Hartanto menginstruksikan aparat kelurahan dan desa agar membudayakan gotong royong untuk melakukan PSN dan 3 M di lingkungan masyarakat, sehingga dapat memutus mata rantai penularan DBD.
”Kami minta setiap pekan warga mengelar kebersihan lingkungan untuk mencegah DBD,” katanya. (Pewarta : Mansyur Suryana – LKBN Antara)










