Pemkab Tangerang Targetkan 8.000 Temuan Kasus TBC
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menargetkan temuan 8.000 kasus TBC atau tuberkulosis hingga Desember 2026.
Kepala Dinkes Tangerang Hendra Tarmizi di Tangerang, Selasa, menyampaikan upaya capaian target ini sebagai bagian dari strategi nasional guna menuju eliminasi TBC pada 2030.
“Targetnya kita harus menemukan 8.000 kasus TBC sampai Desember,” ujar Hendra.
Ia mengatakan pada tahun ini pihaknya telah mencatat penemuan kasus tuberkulosis mencapai sekitar 6.000 kasus, dimana sepanjang eliminasi tidak ada kendala berarti dalam proses penemuan kasus, karena realisasinya dinilai telah berjalan sesuai dengan target bulanan.
“Kalau penemuan kasus TBC sekitar 6.000 kasus. Sebenarnya tidak ada kendala, karena sesuai dengan target kami. Mudah-mudahan pada Desember kami bisa sampai 100 persen,” kata Hendra Tarmizi.
Guna mengoptimalkan penanganan dan penjaringan kasus, Dinkes Kabupaten Tangerang menerapkan strategi jemput bola melalui peran aktif kader kesehatan di lapangan.
Pendekatan ini, kata dia, dilakukan mengingat sebagian masyarakat kerap merasa enggan atau malu untuk mendatangi fasilitas kesehatan secara mandiri.
“Semuanya itu jemput bola. Kalau tidak, nanti orangnya kadang-kadang ada yang tidak mau, malu ke puskesmas. Jadi, didatangi ke rumah sama kader, diperiksa di rumah,” ujar Hendra Tarmizi.
Terkait fasilitas pendukung, pemerintah daerah memastikan puskesmas di wilayah tersebut telah dilengkapi dengan sarana pemeriksaan penunjang yang memadai, salah satunya melalui metode Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk mendeteksi kuman TBC.
Meski demikian, kata Hendra, belum seluruh puskesmas sarana pemeriksaan secara mandiri, namun pelayanan tetap dipastikan merata melalui sistem rujukan antar-puskesmas terdekat.
“Hampir semua puskesmas ada, cuma ada satu-dua yang tidak ada tapi gabung dengan puskesmas terdekat. Jadi, pasiennya tetap bisa diantar ke puskesmas itu, nanti puskesmas yang tidak punya itu akan antar ke puskesmas sebelahnya,” kata Hendra Tarmizi. (Pewarta : Azmi Syamsul Ma’arif – LKBN Antara)









