Ditahan, Dua Perusak Masjid Quwwatul Islam Yogyakarta

Polisi kini menahan dua orang yang diduga pelaku kericuhan di Masjid Quwwatul Islam di pusat Kota Yogyakarta. Seluruh barang bukti kericuhan itu sudah diangkut menjadi barang bukti dan perkaranya kini ditangani Polres Yogyakarta.

Kejadian itu terjadi pada Senin (9/10) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Kapolsek Danurejan Kompol Aslori mengatakan, setelah melalui pendalaman informasi dari saksi dan oleh tempat kejadian perkara (TKP), akhirnya kepolisian berhasil mengamankan tersangka terkait kejadian itu. “Tersangka diamankan pada Senin (9/10) sore,” ujarnya, Selasa (10/10). Namun Kapolsek belum mau mengungkapkan identitas pelaku tersebut.

Selanjutnya, lanjut dia, tersangka dan berkas perkara dilimpahkan ke Polresta Yogyakarta. Berdasar pantauan di TKP, sudah tidak ada garis polisi di lingkungan masjid itu. Seluruh barang bukti saat ini telah dipindahkan ke Polresta Yogyakarta. Barang bukti itu di antaranya berupa kursi, batu dan sepeda anak-anak.

Petugas penjaga masjid, Saifudin (30) mengatakan, kejadian itu terjadi dengan sangat cepat. Sebelum adanya lemparan batu, ia mendengar suara keras dari salah satu pintu masjid yang masih dalam proses pembangunan tersebut. “Sempat terdengar orang yang menendang pintu dari seng. Setelah itu, orang tersebut melempar batu ke dalam masjid,” ujarnya.

Forum Umat Islam Yogyakarta menjelaskan, jam 00.30, dua orang takmir (pengurus masjid) sedang mengorbrol, tiba-tiba seekor anjing masuk ke masjid, kemudian anjing tersebut dihalau keluar oleh takmir. Ketika takmir itu menutup pintu pagar luar, ada dua lelaki yang berteriak-teriak dan mendobrak pintu, memaksa masuk ke masjid untuk bertemu dengan pengurus masjid. Namun kedua orang itu melemparkan kursi-kursi sebanyak dua kali. “Saya partai anu, saya tidak takut,” sambil mengejar takmir dan melempar sepeda.

Ketika takmir lainnya membantu, dia mengurungkan diri. Kedua takmir itu hendak dikeroyok karena di luar pagar masjid terdapat banyak orang yang diperkirakan sebagai teman-teman orang yang menyerang masjid tersebut. (berbagai sumber / IN Rosyadi)

Next Post

Saat Liput Demo PLTPB, Wartawan Banyumas Dipukuli dan Diinjak Polisi

Sel Okt 10 , 2017
Aksi kekerasan dan tidak menghormati tugas wartawan oleh aparat hukum kembali terjadi. Kali ini menimpa sejumlah wartawan di Banyumas saat meliput demonstrasi penolakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturaden, Senin (9/10/2017). Sejumlah wartawan mengalami pemukulan, diinjak dan dipaksa menghapus foto dan rekaman hasilk peliputan. Jurnalis surat kabar Suara Merdeka […]