Dua Spesialis Pencuri Rumah Kosong Ditangkap Polres Serang

Kacung, 43, warga Lampung dan Sapin, 44, pelaku pencurian specialis rumah kosong ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Serang di dua lokasi berbeda, Kamis (23/6/2019).

Tersangka Kacung warga Lampung dan Pandeglang ditangkap Desa Walikukun, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, sedangkan Sapin diamankan di rumahnya Desa Cipicung Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang.

Kasatreskrim Polres Serang, AKP David Chandra Babega mengatakan hasil penyelidikan polisi, kedua pelaku terlibat kasus Curanmor di tiga lokasi yang berbeda. Pertama di dalam rumah tepatnya Kampung. Pandan, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Selanjutnya di dalam Kantor Agen Bus PO Selamet tepatnya di Kampung Baru, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, dan terakhir di dalam rumah tepatnya Kampunh Ciwajik, Desa/Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Baca:

“Keduanya telah melakukan pencurian dengan pemberatan khususnya di wilayah hukum Kabupaten Serang sebanyak 3 (tiga) kali serta beberapa TKP wilayah hukum lainnya,” kata Kasatreskrim di kantornya, Jumat (24/5/2019).

Selain menangkap pelaku, David mengungkapkan petugas juga berhasil mengamankan barang bukti satu unit motor curian yang disita dari tangan pelaku, juga diamankan alat-alat yang digunakan untuk mencongkel dan mengancam korbanya.

“Ada gergaji, linggis untuk mencongkel pintu. Kemudian kita juga amankan golok dan lakban yang digunakan apabila mereka kepergok korbannya,” ungkapnya.

David menjelaskan meski sudah berhasil menangkap kedua pelaku, pihaknya akan tetap melakukan pengembangan guna mencari barang bukti hasil curian yang dijual oleh pelaku. “Kita akan kembangkan,” jelasnya.

David menegaskan untuk tersangka Kacung bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan Sapin akan dijerat dengan pasal 481 dengan ancaman pidana 4 tahun.

“Keduanya kita kenakan dengan pasal yang berbeda, pencurian dan penadahan,” tegasnya. (yono)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait