Himpunan Mahasiswa Arsitek UPH Gelar Pameran “Sebuah Proses”

UPH gelar pameran sebuah proses

Himpunan Mahasiswa Arsitek Universitas Pelita Harapan (UPH) memamerkan karya dalam pameran bertajung “Sebuah Proses” di The Forum, Lippo Mall Puri Indah, Jakarta, Jumat-Minggu (9-11/8/2019).

Pameran ini merupakan sebuah perjalanan titik awal mahasiswa menuju pengertian terhadap Arsitektur sebagaimana proses pembelajaran di Program Studi Arsitektur – School of Design UPH.

“Melalui pameran ini kami berharap dapat menggambarkan perjalanan mahasiswa Arsitektur UPH dari saat memulai pembelajaran hingga menyelesaikan tugas akhir mereka. Di sini disajikan karya-karya yang menggambarkan teknik-teknik membuat keterampilan dengan tangan & dengan mesin, dan juga cara berpikir kritis, sejak tingkat dasar hingga hasil karya mahasiswa pada tugas akhir (TA)” jelas Alvar Mensana, Ketua Program Studi Arsitektur SoD UPH.

Alvar menambahkan, kurikulum di Arsitektur UPH senantiasa disesuaikan dengan perkembangan teknologi and pola hidup yang terus berubah. “Arsitektur UPH mengutamakan posisi akademik agar lulusan dapat berkembang dan berinovasi di esok hari, sejalan dengan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Baca:

Refleksi Perubahan Zaman

Pameran ini juga diharapkan dapat menunjukkan bahwa pembelajaran di Arsitektur UPH merefleksikan perubahan zaman. “Kita selalu perlu bertanya arsitektur itu apa, bukan mengajarkan arsitektur itu harusnya bagaimana,” lanjutnya.

Semangat ini memberi kebebasan bagi mahasiswa Arsitektur UPH untuk ikut serta membentuk identitas arsitektur pada masa depan. Bangunan karya Jeremiah Tiono, misalnya, menggambarkan tata cara hidup beragama, dituangkan dalam karya arsitektur setelah melakukan observasi kehidupan masyarakat Cirebon, yang diwarnai akulturasi atau pencampuran agama, budaya serta suku. “Saya mencoba menggambarkan apa yang akan terjadi di masa mendatang dengan menggambarkan percampuran agama dalam sebuah bangunan,” jelasnya.

Dari konsep pameran ini, terlihat bahwa mahasiswa Arsitektur UPH memiliki pandangan yang progresif terhadap arsitektur. Nicky Anthony, Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur, ketika ditanya mengenai konsep arsitektur, menggambarkan arsitektur sebagai sesuatu yang melekat dalam kehidupan setiap manusia.

“Orang banyak berpikir arsitektur itu hanya terkait dengan bangunan. Namun, sebetulnya ada hal lain: arsitektur ini adalah segala sesuatu yang memengaruhi hidup kita, dari segi sosial, politik, ekonomi, dan mencakup kehidupan kita yang bisa dipegang, dibawa, dilipat, dan lainnya,” ujarnya.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia, Ahmad Djuhara, yang juga hadir dalam pameran tersebut turut mengapresiasi kegiatan yang diselenggaakan oleh mahasiswa UPH. “Menarik untuk melihat mahasiswa melakukan sesuatu yang di luar kebiasaan,” katanya.

Diharapkan melalui pameran ini masyarakat dapat lebih terpapar tentang program studi Arsitektur UPH, sekaligus memotivasi para mahasiswanya untuk proaktif dan inovatif dalam menghasilkan karya-karya baru, serta dapat memberi dampak yang signifikan terhadap masa depan arsitektur di Indonesia. (Siaran Pers UPH)

IN Rosyadi

Jurnalis at MediaBanten.Com
Menjadi wartawan sejak tahun 1984 pada Harian Umum (HU) Kompas, kemudian mengundurkan diri pada Agustus 1999 dan menjadi wartawan harian sore Sinar Harapan pada tahun 2001 hingga tahun 2015, saat koran sore ini bangkrut. Pengalaman ini memadai untuk menjadi seorang editor yang mumpuni.

Berita Terkait