Edukasi

70 Gedung SMPN dan SDN Kota Serang Rusak Parah, Kapan Direhab?

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Banten mencatat sebanyak 70 sekolah dalam kondisi rusak berat, di antaranya 20 gedung SMPN dan 50 gedung SDN.

“Totalnya ada 70 gedung sekolah terdiri dari 50 gedung SDN dan 20 gedung SMPN,” kata Kepala Dindikbud Kota Serang, Tb Suherman di Serang, dilansir Kantor Berita Antara, Selasa (28/11/2023).

Suherman mengatakan untuk kerusakan pada setiap sekolah dengan kriteria rusak sedang hingga berat akan ditangani oleh Pemerintah Kota Serang dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Segera kami usulkan ke Pemkot Serang,” ujarnya.

Suherman mengatakan untuk kerusakan dengan kriteria ringan masih dapat ditangani oleh masing-masing sekolah dengan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Jadi, kalau hanya rusak ringan sebetulnya masih bisa diperbaiki oleh pihak sekolah, termasuk dengan ketersediaan meja dan kursi,” katanya.

Ia menjelaskan anggaran dari APBD Kota Serang untuk pendidikan sekitar Rp487 miliar, dari anggaran tersebut 70 persen untuk gaji guru, dana BOS sertifikasi guru, pengadaan barang dan jasa serta fisik.

“Itu pola yang kita terapkan selama ini. Untuk fisik gedung sekolah mulai dari SD hingga SMP kebanyakan pada bagian atap yang rusak, karena sudah puluhan tahun tidak diperbaiki,” katanya.

Suherman mengatakan pada tahun 2024, Dindikbud Kota Serang mengusulkan meja dan kursi untuk memenuhi kebutuhan sekolah mulai dari SD hingga SMP.

“Bisa dianggarkan dari dana BOS dan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Tentu kekurangan itu tidak bisa ditangani oleh sekolah, kalau memang banyak meja dan kursi yang dibutuhkan, akan kita bantu untuk diusulkan,” katanya.

Sebelumya, sebagian besar lahan SDN yang ditempati 264 sekolah dasar negeri (SDN) dan 29 sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kota Serang ternyata belum memiliki sertifikat atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

Kondisi lahan SDN dan SMPN yang belum berstatus sertifikat itu menjadikan rawan digugat oleh orang yang mengaku ahli waris lahan tersebut atau pihak-pihak lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Tb Suherman membenarkan kondisi tersebut. (Desi Purnama Sari – LKBN Antara / Dok MediaBanten)

Editor Iman NR

Berita ini bagian dari kerjasama diseminasi LKBN Antara dengan MediaBanten.Com.

Iman NR

SELENGKAPNYA
Back to top button